Taktik Bunglon John Herdman Dinilai Cocok untuk Timnas Indonesia

1 day ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- John Herdman akan segera memulai tugasnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Di tengah ekspektasi besar publik sepak bola nasional, pelatih asal Inggris itu diperkirakan membawa pendekatan berbeda.

Herdman dikenal sebagai sosok yang tidak terpaku pada satu gaya bermain, melainkan adaptif terhadap situasi dan karakter lawan. Rekam jejak Herdman menunjukkan ia bukan pelatih yang kaku pada satu pakem.

Saat menangani Timnas Kanada, Herdman justru menargetkan timnya menjadi yang paling fleksibel di kawasan CONCACAF. Alih-alih terikat pada satu filosofi, entah penguasaan bola, serangan balik cepat, atau high pressing, Kanada tampil seperti bunglon, mampu mengubah pendekatan sesuai kebutuhan pertandingan.

Fleksibilitas itu tercermin dalam pemilihan formasi. Herdman kerap berganti dari 3-4-2-1, 4-4-2, 3-5-2, hingga 4-2-3-1, bahkan mengubah struktur permainan di tengah laga. Pergeseran tersebut dilakukan untuk mengeksploitasi kelemahan lawan sekaligus menyesuaikan kondisi timnya sendiri.

Analis teknik Toronto FC, Brandon Liss, pernah menyoroti pendekatan tersebut. Menurutnya, tim asuhan Herdman dapat tampil menyerang dengan beragam wajah. Pada satu laga, Kanada mendominasi penguasaan bola. Pada kesempatan lain bermain lebih sabar dan mematikan lewat serangan balik. Semua ditentukan oleh konteks pertandingan.

Pendekatan adaptif itu berangkat dari pemahaman mendalam terhadap pemain. Di Kanada, Herdman berdialog dengan lebih dari 40 pemain untuk menggali motivasi, identitas, serta tujuan mereka. Dari proses itu, ia membangun fondasi kepercayaan, rasa aman, dan kultur kerja kolektif. Setelah mentalitas tim terbentuk, fleksibilitas taktik menjadi tahap berikutnya.

“Kami melatih beberapa formasi berbeda yang bisa kami ubah di tengah pertandingan atau antar pertandingan. Dampaknya, lawan sulit membaca kami,” ujar Herdman, dikutip dari The Coaches’ Voice, Senin (5/1/2026).

Menurut Herdman, fleksibilitas hanya dapat terwujud jika pemain memiliki mental adaptif, tangguh, dan siap bekerja untuk kepentingan tim. Karena itu, ia juga menempatkan orang-orang kepercayaan untuk mengawal budaya tim dan kesehatan mental pemain agar semangat kolektif tetap terjaga.

Pengalaman menghadapi tim-tim Asia menjadi modal tambahan bagi Herdman sebelum menangani Timnas Indonesia. Saat memimpin Kanada U-23 dan tim senior, ia mencatat hasil positif melawan sejumlah wakil Asia dengan pendekatan formasi yang berbeda-beda dalam laga uji coba internasional.

Kanada sempat bermain imbang 1-1 melawan Jepang U-21 dengan formasi 4-4-2 yang diperkuat dua gelandang bertahan. Mereka kemudian menundukkan Qatar 2-0 lewat 4-2-3-1, bermain imbang 2-2 kontra Bahrain dengan 3-5-2, serta mengalahkan Jepang 2-1 menggunakan 4-4-2. Rangkaian hasil tersebut mencerminkan kecakapan Herdman dalam menyesuaikan rencana permainan dengan karakter lawan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |