Minyak Venezuela ke AS, Harga Minyak Dunia Diproyeksi Turun pada 2026

1 day ago 4

Pemandangan kilang El Palito milik perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, terlihat dari distrik El Faro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menyebut Amerika Serikat berpotensi menekan harga minyak dunia hingga di bawah 60 dolar AS per barel pada 2026 melalui pengalihan 30 juta hingga 50 juta barel minyak dari Venezuela.

“Kemungkinan harga minyak dunia akan ditekan di bawah kisaran 60 hingga 50 dolar AS per barel. Amerika Serikat menargetkan itu pada 2026,” ujar Yayan saat dihubungi, Rabu (7/1/2026).

Menurut Yayan, harga minyak dunia yang lebih rendah dapat membuat biaya rantai pasok Amerika Serikat menjadi lebih murah dan efisien.

“Dengan adanya tambahan suplai dari Venezuela, harga minyak akan ditekan hingga mendekati 50 dolar AS per barel,” tuturnya.

Ia menyampaikan, langkah yang diambil Amerika Serikat tersebut merupakan bagian dari strategi quick win atau kemenangan instan.

Strategi itu juga dikenal dengan Dominasi Energi Amerika (American Energy Dominance).

Salah satu bagian dari strategi tersebut adalah merombak atau membentuk kembali lanskap perdagangan internasional.

“Chevron, perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat, akan masuk ke Venezuela,” ujar Yayan.

Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan pada Selasa, menyatakan pihak berwenang sementara di Venezuela telah menyetujui pengalihan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak bernilai tinggi yang terkena sanksi ke Amerika Serikat untuk dijual di pasar.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |