Trump Siap Negosiasi Soal Tarif Resiprokal, Ini Syaratnya

18 hours ago 4

Donald Trump mengatakan, dia terbuka untuk menurunkan tarif yang rencananya berlaku mulai 9 April 2025 itu.

 MNC Media)

Donald Trump mengatakan, dia terbuka untuk menurunkan tarif yang rencananya berlaku mulai 9 April 2025 itu. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden AS, Donald Trump membuat dunia terkejut setelah pengumuman tarif resiprokal kepada banyak negara. Namun, dia menyebut, keputusannya tersebut tidak bersifat final.

Trump mengatakan, dia terbuka untuk menurunkan tarif yang rencananya berlaku mulai 9 April 2025 itu. Namun, kata dia, negara itu harus memberikan tawaran yang menguntungkan bagi AS.

"Tarif ini memberikan kekuatan besar bagi kita untuk negosiasi," kata Trump dilansir Bloomberg, Jumat (4/4/2025).

Dia mengungkapkan, seluruh negara langsung menelepon Washington setelah dirinya mengumumkan tarif impor tambahan itu. Dia memastikan AS terbuka dengan dialog, bahkan siap menghapus tarif tersebut.

"Jika ada seseorang yang ingin memberikanmu sesuatu yang sangat fenomenal, sepanjang mereka memberikan kami sesuatu yang bagus (kami akan menghapusnya)," ujar Trump.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan saat berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One. Dia membela kebijakan tarif meski direspons negatif oleh para pelaku pasar keuangan. Dia mengaku senang suku bunga akan turun dan yakin turbulensi ekonomi saat ini akan selesai.

Di samping itu, pernyataannya yang terbuka dengan negosiasi juga membantah Penasihat Senior Trump, Peter Navarro yang sebelumnya menyebut, tidak ada negosiasi soal tarif. Navarro disebut-sebut sebagai arsitek utama perang dagang ini.

Sebelumnya, pengumuman Trump soal tarif resiprokal telah menciptakan gejolak di pasar keuangan AS. Indeks S&P 500 turun sekitar 5 persen dan membuat kapitalisasi pasarnya menguap hingga USD2 triliun.

Banyak negara yang telah bernegosiasi dengan AS soal rencana tarif tersebut. Salah satunya Israel. 

Pada awal minggu ini, Israel menghapus sejumlah tarif atas barang-barang AS agar terhindar dari tarif tambahan itu, namun Gedung Putih tetap memasang tarif atas barang impor Israel sebesar 17 persen. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke Washington pada pekan depan.

Sementara itu, Trump juga mengklaim Inggris pasti senang dengan kebijakan tarif barunya karena dikenakan 10 persen saja. Sementara banyak negara Uni Eropa yang terkena tarif 20 persen.

Adapun China menuding AS melakukan "bullying" kepada negara-negara lain. Uni Eropa berjanji melakukan "serangan" tarif balasan atas AS dan pejabat Prancis memberi sinyal perlunya pajak lebih tinggi atas perusahaan teknologi AS.

Trump menyebut, tarif impor tambahan yang berada dalam rentang 10-49 persen itu merupakan respons AS atas perdagangan global yang tidak adil. Dia yakin langkahnya akan membuat perusahaan membuka pabrik di Amerika dan menciptakan lapangan kerja bagi warga.

"Pembayar pajak ditipu selama lebih dari 50 tahun. Tapi, hal itu tidak akan terjadi lagi," ujar Trump.

(Rahmat Fiansyah) 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |