Soroti Tarif Resiprokal AS, HIPMI Sebut Ancaman Serius Bagi Ekonomi

1 day ago 7

HIPMI menilai kebijakan reciprocal tariff alias tarif resiprokal yang ditetapkan Trump sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi global.

 MNC Media)

Soroti Tarif Resiprokal AS, HIPMI Sebut Ancaman Serius Bagi Ekonomi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai kebijakan reciprocal tariff alias tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi global

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Anggawira mengatakan, kebijakan tarif timbal balik itu tidak hanya memicu ketegangan perdagangan internasional, tetapi juga berisiko menekan industri dalam negeri yang bergantung pada ekspor ke AS.

Menurutnya, langkah Donald Trump dapat memperlemah daya saing Indonesia di pasar global, terutama di sektor manufaktur padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan elektronik. 

Selain itu, potensi arus modal keluar akibat ketidakpastian global dapat mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah dan mengerek volatilitas di pasar keuangan. 

“Kita menghadapi ancaman nyata. Tarif tinggi ini bisa memukul ekspor kita ke AS, memperburuk defisit perdagangan, dan berimbas pada lapangan kerja,” ujar Anggawira kepada IDX Channel, Kamis (3/4/2025). 

Dia memastikan bila pemerintah dan dunia usaha tidak cepat bertindak, dampaknya bisa lebih besar dari yang diperkirakan.

HIPMI mendorong pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan mitigasi yang konkret. Salah satu prioritas utama yaitu memperkuat cadangan devisa dengan optimalisasi Devisa Hasil Ekspor (DHE), yang tidak hanya mengharuskan eksportir menyimpan dananya di dalam negeri, tetapi juga memberi insentif agar mereka mau melakukannya secara sukarela. 

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan wajib tanpa insentif. Kalau kita ingin eksportir patuh, mereka juga harus melihat manfaat ekonominya,” tutur Anggawira.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |