Menanti Pengumuman Tarif Baru Trump, Apa Dampaknya Buat Indonesia?

1 day ago 7

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengumumkan tarif impor baru untuk sejumlah komoditas pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat. 

Menanti Pengumuman Tarif Baru Trump, Apa Dampaknya Buat Indonesia? Foto: MNC Media.

Menanti Pengumuman Tarif Baru Trump, Apa Dampaknya Buat Indonesia? Foto: MNC Media.

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengumumkan tarif impor baru untuk sejumlah komoditas pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat. Para ekonom menilai kebijakan tersebut bakal memberikan efek berganda alias multiplier effect yang kurang baik bagi banyak negara, termasuk Indonesia

Adapun pengenaan tarif impor 25 persen berlaku bagi produk mobil. Sementara, besaran tarif komoditas lainnya akan diumumkan langsung Trump hari ini.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai, kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat secara langsung akan menurunkan perdagangan global. Kondisi ini mempengaruhi produk-produk yang di ekspor Indonesia ke negara-negara mitra. 

Apalagi, Indonesia dinilai belum siap menghadapi potensi buruk dari kebijakan Presiden Trump tersebut. 
Pemerintah dinilai belum mendesain rencana yang matang dalam mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi ke depannya. 

"Jadi multiplier effect dari kebijakan Trump itu akan jauh lebih besar, kita tidak cukup siap untuk menghadapi itu, kita tidak memiliki satu rencana, respons kebijakan agar supaya kita bisa meminimalisir dampak negatif dari kebijakan Trump," ujar Piter saat dihubungi IDXChannel, Rabu (2/4/2025).

Otoritas di Tanah Air, lanjut Piter, belum se-agresif negara lain yang sudah mengambil inisiatif strategis dari jauh-jauh hari, setelah kabar bahwa Donald Trump akan menerapkan kebijakan proteksionisme tersebut. 

“Ya kalau saya melihat sih pemerintah belum menunjukkan adanya satu perencanaan untuk mengantisipasi kebijakan Trump. Nah, jadi yang saya lihat ya, saya tidak melihat kesulitan pemerintah untuk mengantisipasi kebijakan Trump," kata dia.

Pemerintah dinilai perlu melakukan diplomasi tingkat tinggi dengan otoritas Amerika Serikat, menyusul potensi pengenaan tarif impor 25 persen untuk ekspor produk-produk asal Indonesia.

Salah satu industri Tanah Air yang berpotensi terancam oleh kebijakan 
Donald Trump adalah mebel dan kerajinan. 

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur mengatakan, Indonesia harus mengikuti jejak negara-negara lain yang sudah melakukan negosiasi insentif dengan AS. Seperti Brasil, Argentina, dan Korea Selatan.

"Ya ini tantangan yang luar biasa nih. Saya pikir pemerintah harus mengambil tindakan signifikan ya dalam konteks ini, mungkin ya dalam hal ini diplomasinya perlu dibangun lebih tinggi ya," kata Abdul Sobur.

Dipastikan industri mebel dan kerajinan bakal terancam oleh kebijakan Donald Trump. 

Di lain sisi, Uni Eropa (UE) juga menerapkan regulasi yang semakin ketat terhadap produk berbasis kayu. Hal itu menambah tantangan bagi pelaku industri dalam negeri.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |