Industri Otomotif dan Elektronik RI Terancam Tarif Trump

19 hours ago 6

Kebijakan tarif impor resiprokal yang diumumkan oleh Trump akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia, terutama sektor otomotif dan elektronik.

 MNC Media)

Industri Otomotif dan Elektronik RI Terancam Tarif Trump. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kebijakan tarif impor resiprokal yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia, terutama sektor otomotif dan elektronik.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, kebijakan ini dapat memicu penurunan ekspor dan berpotensi resesi ekonomi di AS, yang pada gilirannya akan mempengaruhi Indonesia.

Bhima juga menanggapi keberatan AS terkait kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan hambatan impor Indonesia. Menurutnya, keberatan tersebut tidak relevan.

"Soal keberatan AS terkait kebijakan TKDN dan hambatan impor Indonesia, sebenarnya itu tidak perlu dihiraukan, karena Indonesia sebenarnya negara dengan hambatan non-tarif terendah dibanding mitra dagang utama," kata Bhima saat dihubungi IDX Channel, Kamis (3/4/2025).

Ia menambahkan, komplain AS terkait hambatan non-tarif tidak tepat sasaran. "Kalau mau utak-atik soal tarif masih dalam koridor, tapi ini AS komplainnya soal hambatan non tarif. Tidak apple to apple," tuturnya.

Menurut Bhima, pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam itu bisa jadi negatif begitu ada kenaikan tarif yang luar biasa. Pertama, konsumen AS menanggung tarif dengan harga pembelian kendaraan yang lebih mahal. Penjualan kendaraan bermotor turun di AS.

Kedua, probabilitas resesi ekonomi AS naik karena permintaan lesu. Korelasi ekonomi Indonesia dengan AS, setiap 1 persen penurunan pertumbuhan ekonomi AS maka ekonomi Indonesia turun 0,08 persen.

Ketiga, produsen otomotif Indonesia tidak semudah itu shifting ke pasar domestik, karena spesifikasi kendaraan dengan yang diekspor berbeda. Imbasnya layoff alias PHK dan penurunan kapasitas produksi semua industri otomotif di dalam negeri.

"Bukan hanya otomotif tapi juga komponen elektronik, karena kaitan antara produsen elektronik dan suku cadang kendaraan bermotor. Ekspor Indonesia tertinggi ke AS adalah komponen elektronik. Jadi elektronik ikut terdampak juga," kata dia.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |