Bursa saham Asia turun tajam pada Kamis (3/4/2025) pagi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif yang lebih besar dari yang diperkirakan.
Bursa Asia Anjlok, Babak Baru Tarif AS Picu Ketidakpastian Ekonomi Global. (Foto: Reuters)
IDXChannel - Bursa saham Asia turun tajam pada Kamis (3/4/2025) pagi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif yang lebih besar dari yang diperkirakan, membatasi perdagangan dan rantai pasokan di sekitar ekonomi terbesar dunia tersebut.
Menurut data pasar, hingga pukul 09.58 WIB, Nikkei 225 Jepang jatuh 2,88 persen dan indeks Topix Jepang yang lebih luas tumbang 3,30 persen.
Demikian pula, pasar China dibuka dengan lesu, dengan indeks CSI300 turun 0,44 persen, sementara Indeks Shanghai Composite melorot 0,19 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong tergelincir 1,72 persen. Di tempat lain, Kospi Korea Selatan ambles 1,11 persen.
ASX 200 Australia turun 0,97 persen, sedangkan STI Singapura melemah 0,35 persen. Pasar Taiwan tutup karena libur.
“Kami kira tarifnya 10 persen, mungkin 20 persen, tapi yang diumumkan justru 24 persen [untuk Jepang],” kata analis ekuitas di Nomura Securities, Kazuo Kamitani.
“Ini bisa disebut sebagai 'kejutan tarif Trump',” ujarnya. “Pasar kini dalam mode risiko yang sangat tinggi.”
Sektor teknologi yang sebelumnya melambung terjerembab, karena pusat-pusat manufaktur di China dan Taiwan menghadapi tarif baru di atas 30 persen, membawa total tarif impor dari China menjadi 54 persen.
“Tarif efektif AS terhadap semua impor diperkirakan mencapai level tertinggi dalam lebih dari seratus tahun,” kata analis strategi perdagangan suku bunga global di Citi, Ben Wiltshire.
Futures Nasdaq anjlok 3,3 persen, dan dalam perdagangan pasca-jam kerja, sekitar USD760 miliar lenyap dari nilai pasar tujuh pemimpin teknologi terbesar, yang dikenal dengan sebutan Magnificent Seven. Saham Apple, yang paling tertekan karena perusahaan ini memproduksi iPhone di China, turun hampir 7 persen.
Futures S&P 500 turun 2,7 persen, futures FTSE jatuh 1,6 persen, sementara futures Eropa terjun hampir 2 persen.
“Tarif ini sangat komprehensif dan jauh lebih besar dari yang kami perkirakan,” kata kepala ekonom di Robertson Stephens, Jeanette Gerratty.
“Dulu orang-orang berbicara tentang apakah kejelasan akan meningkatkan pasar. Tapi kini, meskipun sudah ada kejelasan, tak ada yang suka dengan apa yang mereka lihat.”
Trump mengumumkan tarif dasar 10 persen pada impor dengan tarif yang jauh lebih tinggi untuk beberapa mitra dagang, khususnya di Asia. Selain tarif 34 persen untuk China, Jepang dikenakan tarif 24 persen, Vietnam 46 persen, dan Korea Selatan 25 persen. Uni Eropa dikenakan tarif 20 persen.
“Tarif yang diumumkan hari ini membawa risiko besar terhadap perdagangan global,” kata kepala ekonom di Pinpoint Asset Management di Hong Kong, Zhiwei Zhang.
“Rantai pasokan di Asia Timur khususnya menghadapi tekanan.”
Dolar AS menguat terhadap mata uang Asia dalam perdagangan mata uang yang bergejolak, kecuali terhadap yen yang menjadi aset aman, yang menguat ke level lebih dari JPY148 per USD.
Trump juga menutup celah yang selama ini digunakan untuk mengirim paket bernilai rendah dari China, yang diperkirakan akan merugikan pengecer online besar di China.
Diperkirakan mitra dagang AS merespons dengan langkah balasan yang dapat menyebabkan lonjakan harga secara drastis.
“Tarif yang diumumkan pagi ini jauh melampaui ekspektasi dasar, dan jika tidak segera dinegosiasikan, ekspektasi resesi di AS meningkat tajam,” kata analis pasar di IG, Tony Sycamore. (Aldo Fernando)