10 Fakta tentang Tarif Impor AS, Perang Dagang Babak Baru

1 day ago 7

Tarif impor baru AS mempengaruhi pasar global dan hubungan dagang internasional.

 Freepik)

10 Fakta tentang Tarif Impor AS, Perang Dagang Babak Baru. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru dalam sebuah acara di Rose Garden, menandai perubahan besar dalam kebijakan perdagangan negara itu.

Trump menyebut langkah ini sebagai “Hari Pembebasan” bagi perdagangan AS.

Berikut adalah 10 hal yang perlu diketahui mengenai kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Trump.

  1. Tarif Dasar

Pemerintahan Trump akan menerapkan tarif dasar 10 persen untuk semua barang impor dari negara mana pun, kecuali negara yang tergabung dalam perjanjian dagang USMCA (AS, Meksiko, dan Kanada). Barang dari negara anggota USMCA yang tidak memenuhi aturan tetap akan dikenai tarif 25 persen. Tarif dasar 10 persen ini mulai berlaku pada Sabtu pukul 12:01 ET.

  1. Tarif Timbal Balik

Sekitar 60 negara akan dikenai tarif berdasarkan prinsip timbal balik (reciprocal tariff), yakni setengah dari tarif yang mereka kenakan terhadap barang impor dari AS. Tarif ini mulai berlaku pada 9 April pukul 12:01 ET, menurut pejabat senior Gedung Putih.

Menurut Wall Street Journal, negara yang dianggap sebagai "pelaku buruk" dalam perdagangan akan dikenai tarif lebih tinggi. Misalnya, Jepang akan menghadapi tarif 24 persen, sementara Uni Eropa dikenai 20 persen, menggantikan tarif dasar 10 persen. Uni Eropa telah menyiapkan langkah balasan jika negosiasi gagal.

Sementara itu, Kanada dan Meksiko tidak termasuk dalam skema tarif timbal balik ini. Namun, keduanya tetap menghadapi rencana pengenaan tarif 25 persen pada sebagian besar produk mereka, dengan alasan keterlibatan dalam krisis fentanyl dan imigrasi ilegal.

Sebelumnya, pengecualian diberlakukan untuk tarif otomotif dan beberapa barang lainnya, tetapi kebijakan ini berakhir pada 2 April.

  1. Tarif Baru untuk China

Tarif baru sebesar 34 persen akan ditambahkan ke beban tarif sebelumnya, termasuk tarif 20 persen yang sudah diterapkan atas dugaan keterlibatan China dalam perdagangan fentanyl.

Dengan kebijakan baru ini, tarif dasar impor barang China naik menjadi 54 persen, sebelum ditambah tarif lain yang diterapkan selama pemerintahan Joe Biden dan masa jabatan pertama Trump. Beijing telah mengancam akan mengambil langkah balasan terhadap kebijakan ini.

  1. Tarif Otomotif

Trump mengumumkan, mulai tengah malam waktu ET, AS akan mengenakan tarif 25 persen untuk semua mobil impor. Kebijakan ini disebut sebagai langkah untuk mengatasi “ketidakseimbangan perdagangan yang parah” yang dianggap merugikan industri manufaktur dalam negeri dan mengancam keamanan nasional.

  1. Pasar Saham Merosot

Indeks saham AS dan pasar saham Asia anjlok tajam pada Kamis (3/4/2205), mencerminkan kekhawatiran bahwa tarif ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan inflasi. Saham perusahaan besar seperti Apple, Amazon, dan Nike turun lebih dari 6 persen.

Rencana tarif Trump yang lebih agresif dari perkiraan membuat pasar bereaksi negatif. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 2,2 persen atau lebih dari 900 poin dalam perdagangan di luar jam bursa, sementara Nasdaq 100 anjlok 3,5 persen dan S&P 500 turun 3 persen.

Investor mulai mengalihkan dana ke aset yang dianggap aman, seperti emas, yen Jepang, dan obligasi pemerintah AS. Saham-saham di Asia juga terkena dampaknya.

Indeks Nikkei Jepang turun 3 persen, sementara indeks VN Vietnam, yang akan menghadapi tarif tinggi di bawah kebijakan baru ini, jatuh lebih dari 6 persen.

  1. Saham yang Paling Terdampak
  • Teknologi: Banyak barang elektronik dan peralatan rumah tangga yang dikonsumsi di AS diproduksi di Asia Timur, sehingga tarif ini berdampak besar bagi perusahaan di sektor ini. Saham Lenovo di Hong Kong turun 7,5 persen, LG Electronics di Korea Selatan turun 5,7 persen, dan Kioxia, produsen chip memori Jepang, anjlok 11 persen.
  • Perbankan Jepang: Tiga bank terbesar di Jepang mengalami penurunan lebih dari 7,8 persen karena kekhawatiran suku bunga pinjaman dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah di tengah potensi resesi global.
  • Industri Fesyen: Saham Shenzhou International Group, pemasok untuk merek-merek global seperti Nike dan Uniqlo, turun 14 persen di bursa Hong Kong.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |