Ustadz Abdul Somad.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bangsa Indonesia harus berdiri tegak bersama siapapun yang berpihak dan membela perjuangan Bangsa Palestina. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui akun media sosial Instagram resmi miliknya, Ahad (1/3/2026). Da’i asal Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara itu menyampaikan pendirian tersebut sambil menampilkan gambar dua bendera Indonesia dengan Palestina.
“Kita berdiri tegak bersama siapa pun dan negara mana pun yang membela Palestina,” begitu tulis pemilik akun ustadzabdulsomad_official tersebut.
Tokoh Perubahan Republika itu pun menampilkan sejumlah foto para pemimpin dan tokoh dari negara-negara yang selama ini terang-terangan menyatakan sikap dukungan politik luar negerinya terhadap perjuangan Bangsa Palestina. Seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Wali Agung Republik Islam Iran (almarhum) Ayatullah Ali Khamenei, serta Presiden China Xin Jin Ping.
Postingan Ustad Abdul Somad itu muncul ketika penjajah Zionis Israel bersama sekutunya Amerika Serikat (AS) melakukan agresi ke Iran, Sabtu (28/2/2026). Serangan AS-Zionis itu berujung pada syahidnya Ayatullah Khamenei bersama isteri, anak, menantu, dan cucunya. Beberapa petinggi militer, dan pejabat penting Iran juga gugur dalam serangan keji yang berujung pada perang terbuka.
Iran bertahan dalam penyerangan itu, dan melakukan balasan dengan mengirimkan sejumlah berdaya ledak tinggi ke wilayah penjajahan Israel yang berada di Tanah Bangsa Palestina. Militer Iran, juga bertahan dengan menyerang pangkalan militer AS yang tersebar di negara Teluk Arab, seperti di Uni Emirate Arab (UEA), Bahrain, Qatar, Kuwait, hingga Arab Saudi dan Yordania. Serangan balasan dari Iran terhadap Zionis-Paman Sam itu memicu perang yang semakin membesar hingga kini.
Namun serangan dari Iran itu memicu polemik di Indonesia. Muncul narasi yang mempermasalahkan paham Islam Syiah yang dianut mayoritas bangsa Iran, paham yang dicap melenceng oleh sebagian mereka yang menganut Islam Sunni. Bahkan gugurnya Ayatullah Ali Khamenei dituding tak pantas disebut syahid.
.png)
3 hours ago
1
















































