Produksi Petani Terganggu Akibat Cuaca dan Hama, Harga Cabai di Pasar Naik

1 hour ago 1

Pedagang menata cabai dagangannya. Harga cabai di Cirebon meningkat akibat turunnya produksi karena cuaca dan hama.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Harga berbagai jenis cabai di pasar tradisional di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami lonjakan. Hal itu menyusul menurunnya produksi cabai di tingkat petani akibat serangan hama dan cuaca ekstrem.

Di Pasar Induk Jagasatru Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kembali meroket menjadi Rp 85 ribu per kilogramnya. Sebelumnya, harga komoditas tersebut sempat turun menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Tak hanya cabai rawit merah, cabai merah juga ikut mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000 menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Begitu pula dengan cabai rawit hijau yang kini menjadi Rp 50 ribu per kilogram. “Naiknya sejak lima hari yang lalu,” ujar seorang pedagang di pasar setempat, Arya.

Harga cabai yang naik di pasar induk itu diyakini akan lebih tinggi di pasar tradisional lainnya ataupun di tingkat pedagang eceran. Pasalnya, pedagang pasar maupun pedagang eceran membeli cabai yang mereka jual dari pasar induk.

Ia menjelaskan, naiknya harga berbagai komoditas cabai itu disebabkan berkurangnya pasokan dari petani. Karena itu, ia memperkirakan harga cabai akan terus mengalami kenaikan. “Stok cabai lagi berkurang, susah barangnya,” tuturnya.

Ia mengatakan, meroketnya harga cabai itu telah membuat omset pedagang seperti dirinya menjadi menurun. Pasalnya, konsumen mengurangi pembelian cabai saat tahu harga cabai mengalami kenaikan.

Terpisah, seorang petani cabai asal Kabupaten Majalengka, Teguh, mengatakan, hasil panen cabai memang mengalami penurunan beberapa waktu terakhir. Hal itu diakibatkan cuaca ekstrim dan serangan hama.

“Cuaca sedang ekstrem, jadi ada kendala pasokan. Langka tidak, ada saja. Cuma serangan hama penyakitnya sedang tinggi,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |