REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sebanyak 13 bilah demung milik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) hilang dicuri orang tak dikenal. Unnes telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.
Informasi soal pencurian bilah demung milik FBS Unnes beredar di platform media sosial Instagram dan dibagikan akun @sigit_ariyanto. "Ketika semua fokus di auditorium acara pengukuhan Profesor di Auditorium UNNES. Sore ini ada kabar gamelan wilahan 'demung' gamelan Gambang Semarang milik UNNES hilang, menyusul ISI Yogya, ISI Solo, UGM," tulis akun tersebut pada unggahannya, Senin (20/4/2026).
Wakil Dekan II FBS Unnes, Burhanuddin, mengonfirmasi kabar tersebut. Dia mengungkapkan, peristiwa pencurian 13 bilah demung diduga terjadi pada Jumat (17/4/2026). Hal itu baru disadari dosen dan para mahasiswa ketika hendak melaksanakan perkuliahan. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak fakultas.
"Setelah kami cek CCTV, kami menduga hilangnya hari Jumat. Hari itu ada orang diduga pelaku masuk ke gedung B7 sekitar jam 12:20 WIB. Karena itu ruang perkuliahan, orang kan lalu lalang. Kami kan tidak mengidentifikasi orang mana, tahunya itu ya mahasiswa saja," kata Burhanuddin ketika diwawancara pada Selasa (21/4/2026).
Namun setelah mencermati rekaman CCTV, orang tak dikenal tersebut bukan mahasiswa FBS Unnes. "Sekitar jam 12:35 WIB, orang itu keluar dari gedung B7. Dari B7, dia menuju ke gedung B8 yang di situ ada gamelan Jawa juga. Tapi di gedung itu belum sempat ambil alat gamelan karena kami cek ternyata alatnya masih lengkap," ucap Burhanuddin.
Dia menambahkan, berdasarkan rekaman CCTV, terduga pelaku pencurian hanya satu orang. "Kami cek sebelum dan sesudahnya, tidak ada orang yang mencurigakan. Yang mencurigakan hanya satu orang itu. Dan itu diindikasi sama dengan pelaku yang mengambil alat gamelan di ISI Solo, ISI Yogya, di UGM, dan UNY. Diduga orangnya sama," ujarnya.
Menurut Burhanuddin, terdapat 13 bilah demung yang hilang dicuri. Dia mengatakan, berat satu bilah demung antara satu hingga dua kilogram. "Untuk materialnya (bilah demung), itu ada yang perunggu dan ada yang kuningan," katanya.
FBS Unnes belum menyimpulkan kerugian materiel akibat pencurian 13 bilah demung. "Tapi dengan 11 bilah itu kurang lebih mencapai Rp5 juta Rp6 juta," ungkap Burhanuddin.
Dia mengaku belum mengetahui motif pencurian bilah demung tersebut. Namun kejadian itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Kami berharap pihak kepolisian bisa menangkap yang bersangkutan dan alat-alat kami bisa kembali dan bisa digunakan kembali untuk aktivitas perkuliahan, latihan, dan pertunjukan-pertunjukan seni tradisi seperti gambang Semarang," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Gunungpati Kompol Agung Rahardjo mengaku belum menerima laporan resmi soal hilangnya bilah demung milik FBS Unnes. "Sampai sekarang tidak ada laporan ke Polsek," katanya lewat pesan singkat.
.png)
1 hour ago
1
















































