Ulama Akademisi Prof Nabilah Lubis Tutup Usia di Kairo

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar duka datang dari Kairo, Mesir. Prof. Dr. Hj. Nabilah Lubis, Lc., M.A., akademisi dan filolog terkemuka Indonesia, wafat pada Sabtu sore waktu setempat. Kepergian sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk dunia ilmu dan pendidikan ini meninggalkan duka mendalam, baik di tanah kelahirannya maupun di Indonesia yang menjadi medan pengabdiannya.

Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan kabar duka tersebut melalui pernyataan langsung.

“Telah wafat Orang Tua Kita: Ibu Prof. Dr. Hj. Nabilah Lubis. Pada Sabtu sore ini di Cairo-Mesir. Semoga Allah ampuni segala salah dan khilafnya, diterima segala amal kebajikannya, serta ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di sisi-Nya,” ujar Lukman.

Prof. Dr. Hj. Nabilah Lubis lahir di Kairo, Mesir, pada 14 Maret 1942. Ia kerap dijuluki “Putri Mesir yang Mengabdi untuk Indonesia,” sebuah sebutan yang merekam perjalanan hidupnya: dari tanah Arab menuju Nusantara, mengikuti suami, lalu menanamkan akar pengabdian di dunia akademik Indonesia.

Namanya tercatat dalam sejarah sebagai perempuan pertama yang meraih gelar doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang dahulu bernama IAIN Jakarta, pada tahun 1992. Pencapaian itu bukan sekadar prestasi personal, melainkan tonggak penting bagi kiprah perempuan dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Karier akademiknya berpusat di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di sana, ia menjabat sebagai Guru Besar Filologi dan menjadi salah satu perintis kajian filologi di lingkungan perguruan tinggi Islam. Melalui disiplin inilah, ia mengajak generasi muda menelusuri naskah-naskah kuno, membaca ulang jejak sejarah, serta memahami kebudayaan melalui teks-teks klasik yang lama terpendam.

Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Adab dan memimpin berbagai organisasi keilmuan. Salah satunya sebagai Ketua Umum Masyarakat Filologi Indonesia (Manassa), wadah para peneliti naskah Nusantara yang berupaya menjaga dan menghidupkan kembali khazanah intelektual klasik.

Sebagai ilmuwan, Prof. Nabilah dikenal produktif. Ia menulis dan menerjemahkan berbagai karya yang menjembatani khazanah keislaman Arab dengan konteks Indonesia. Disertasinya tentang naskah “Zubdat al-Asrar” karya Syekh Yusuf al-Makassari menjadi salah satu kontribusi penting dalam studi teks klasik Islam Nusantara. Selain itu, ia aktif mengelola publikasi ilmiah seperti Majalah Alo Indonesia dan tak pernah lelah mendorong generasi muda untuk menekuni penerjemahan bahasa Arab.

Pengabdiannya diakui secara luas. Pada 2021, UIN Jakarta meluncurkan Professor Nabilah Scholarship for Arabic Studies sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam mengembangkan studi bahasa Arab dan filologi. Beasiswa itu bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan peneguhan bahwa jejak keilmuannya akan terus dilanjutkan.

Hingga masa pensiun, Prof. Nabilah tetap menjadi rujukan utama para peneliti naskah Nusantara dan pengajar bahasa Arab di Indonesia. Kepergiannya menutup satu bab penting dalam sejarah filologi dan studi Arab di tanah air, tetapi warisan intelektualnya tetap hidup, di ruang-ruang kelas, di lembar-lembar manuskrip, dan di hati para murid yang pernah disentuh oleh ketekunan serta keteladanannya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |