Sejumlah saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu menguat pada Jumat (28/2/2025), melawan sentimen negatif yang membebani pasar secara umum.
Trio Saham Prajogo Pangestu Naik, Berusaha Lawan Arus Pasar. (Foto: Freepik)
IDXChannel – Sejumlah saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu menguat pada Jumat (28/2/2025), melawan sentimen negatif yang membebani pasar secara umum.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.23 WIB, saham emiten geotermal PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) meningkat 0,81 persen ke Rp6.250 per saham.
BREN, yang memiliki kapitalisasi pasar (market cap) kedua terbesar, menjadi satu dari sedikit big cap utama yang menguat pada Jumat pagi.
Dalam keterbukaan informasi di bursa pada Rabu (26/2/2025), Prajogo, pengendali BREN, menambah kepemilikannya dengan membeli 1,5 juta saham BREN pada 25 Februari 2025 dengan harga rata-rata Rp6.272 per saham. Total transaksi mencapai Rp9,4 miliar.
Pasca pembelian ini, kepemilikan Prajogo di BREN meningkat dari 0,09783 persen menjadi 0,09896 persen.
Sebelumnya, dalam siaran pers pada 22 Januari 2025 anak usaha BREN, Star Energy Geothermal, dan perusahaan teknologi energi global SLB (NYSE: SLB) mengumumkan kerja sama untuk mempercepat pengembangan teknologi panas bumi.
Kolaborasi ini akan memadukan keahlian Star Energy dalam pengelolaan aset panas bumi dengan pengalaman SLB dalam teknologi energi.
Fokus utama kerja sama ini adalah penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keekonomian proyek panas bumi, termasuk optimalisasi pengeboran dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Saham emiten kontraktor tambang, PT Petrosea Tbk (PTRO) juga naik, yakni sebesar 0,58 persen ke Rp3.450 per saham.
Kabar teranyar, PTRO meraih kontrak jasa pertambangan sebesar Rp4,03 triliun.
Dari kontrak tersebut, estimasi produksi lapisan penutup sebesar 135,46 juta BCM dan produksi batu bara sebesar 7,53 juta ton.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Kamis (27/2/2025) kontrak ini diteken pada 26 Februari 2025 dengan PT Bara Prima Mandiri (BPM) dan PT Niaga Jasa Dunia (NJD).
Perseroan selaku kontraktor jasa pertambangan, BPM selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP), dan NJD selaku perusahaan yang ditunjuk oleh BPM untuk mengoperasikan tambang.
"Perolehan kontrak ini merupakan bagian dari implementasi strategi jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan penciptaan nilai," kata manajemen PTRO.
Kerja sama ini berlaku efektif sejak 5 November 2024 hingga 31 December 2032 dan para pihak yang melakukan kontrak adalah tidak memiliki hubungan afiliasi.
Saham emiten batu bara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ikut terkerek 0,7 persen ke posisi Rp7.150 per saham.
Sementara, saham Prajogo lainnya, BRPT, stagnan di Rp800 per saham, sedangkan TPIA minus 1,99 persen.
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,91 persen ke 6.361, level terendah sejak Oktober 2021, seiring aksi jual asing yang masif, terutama di saham bank utama.
Diwartakan sebelumnya, Morgan Stanley menurunkan peringkat saham MSCI Indonesia dari equal-weight (EW) ke underweight (UW), menyoroti tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.
Dalam laporan terbaru mengenai strategi ekuitas pasar berkembang Asia, pada19 Februari 2025, Morgan Stanley menyoroti tren return on equity (ROE) yang melemah di Indonesia, berlawanan dengan pemulihan yang mulai terlihat di China.
“Momentum ROE Indonesia menunjukkan tekanan ke bawah, terutama akibat memburuknya lingkungan pertumbuhan bagi sektor siklikal domestik,” kata analis Morgan Stanley dalam laporan tersebut.
Tim ekonominya masih berhati-hati terhadap potensi pemulihan dalam waktu dekat dan lebih memilih eksposur ke pasar lain di kawasan ASEAN. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.