Seratus Juta Kerikil Dilemparkan 1,7 Juta Orang Jamaah di Jamarat, Kemana Batu Itu Bermuara?

16 hours ago 5

Jamaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Makkah, Arab Saudi, Ahad (16/6/2024). Lempar jumrah aqobah merupakan salah satu syarat yang wajib dilakukan pada ibadah haji sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS.

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Salah satu momentum penting dari puncak haji adalah melontar jumrah. Ritual yang menjadi refleksi dari bagaimana Ibrahim, Hajar dan Ismail mencoba melawan godaan iblis yang hendak menggoda mereka saat hendak menaati perintah Allah SWT. 

Dalam ritual ini, lebih dari 1,7 juta orang jamaah harus melemparkan batu-batu kerikil ke tiga pilar sebagai simbolisasi dari penolakan terhadap setan dan keburukan. Batu kerikil yang digunakan dalam ritual tersebut pun diperkirakan berjumlah fantastis, yakni mencapai lebih dari 100 juta butir. Pertanyaannya, ke mana perginya semua kerikil tersebut setelah ritual selesai dilaksanakan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut hadir tatkala Lembah Mina dan kawasan Jamarat kembali sepi pascamusim haji. Pemerintah Arab Saudi memiliki mekanisme pengaturan ilmiah  yang diterapkan secara cermat untuk mengelola batu-batu tersebut.

Dilansir dari Gulf News, ritual melontar jumrah dimulai pada Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah), ketika jamaah haji melemparkan kerikil ke salah satu pilar, yaitu Jumrah Aqaba.

Selama dua atau tiga hari berikutnya, yang dikenal sebagai hari Tasyrik, jamaah melemparkan masing-masing tujuh batu kerikil ke tiga pilar, yaitu Jumrah Ula (pilar kecil), Jumrah Wusta (pilar sedang), dan Jumrah Aqaba (pilar besar).

Setiap orang haji menghabiskan total 49 batu kerikil jika mereka mengambil pilihan Nafar Awal (melontar selama tiga hari), dan 70 batu kerikil jika mereka mengambil pilihan Nafar Tsani (bertahan hingga hari keempat).

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |