Purbaya Sambangi PBNU, Buka Peluang Kerja Sama Proyek Pengolahan Sampah

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah membuka peluang kerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam proyek pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Ia mencontohkan sejumlah produk yang dapat dihasilkan dari pengolahan sampah, seperti pupuk, bahan bangunan, hingga Printed Circuit Board (PCB).

“Tadi diskusi dengan beberapa pengurus NU, ada beberapa proyek dari NU yang mungkin pemerintah juga bisa mendukung karena tujuannya baik, salah satunya pengolahan sampah menjadi pupuk untuk menyehatkan tanah serta bahan bangunan atau board untuk elektrisitas,” kata Purbaya usai bertemu dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, proyek tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila mendapat dukungan pemerintah serta menjalin kerja sama dengan negara lain.

“Yang jelas itu bagus bekerja sama dengan satu negara luar negeri. Jadi kalau pemerintah bisa bantu itu, saya pikir akan bagus sehingga proyeknya bisa berjalan lebih lancar,” ujar Purbaya.

Dalam audiensi tersebut, Gus Yahya berkonsultasi dengan Menkeu Purbaya mengenai peluang investasi bisnis PBNU bersama berbagai entitas internasional.

“Tadi untuk ide-ide investasi kita akan pelajari. Kalau memang bisa berjalan sesuai dengan pattern yang ada dan risikonya terkendali, kita akan mendukung apa yang diinisiasi oleh NU,” kata Purbaya.

Sementara itu, Gus Yahya mengatakan dalam pertemuan tersebut juga dibahas potensi kerja sama dalam berbagai agenda nasional.

"Kami diskusi banyak hal, yang intinya adalah bahwa pertama, NU memiliki jaringan struktur organisasi yang bisa kami tawarkan sebagai channel untuk menghantarkan agenda-agenda nasional pemerintah kepada masyarakat," kata Gus Yahya.

Ia mengungkapkan kolaborasi antara PBNU dan Pemerintah RI telah berlangsung sejak akhir 2022. Hasilnya, antara lain, dapat diukur melalui berbagai program seperti Gerakan Keluarga Maslahat.

"Kami tadi mengonsultasikan dengan Pak Menteri Keuangan terkait regulasi, terkait channel-channel yang harus kami akses, dan apa saja norma-norma yang harus diikuti dalam investasi," ujar dia.

Gus Yahya menegaskan seluruh langkah yang dilakukan PBNU bertujuan untuk kemaslahatan umat dan negara.

"Alhamdulillah Pak Menteri membuka diri untuk membantu NU dalam hal ini, karena apa pun yang dikerjakan NU tidak ada tujuan selain membantu negara dan masyarakat," kata Ketua Umum PBNU.

Gus Yahya berharap langkah tersebut dapat disambut dengan berbagai inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |