Rekor, Jababeka (KIJA) Cetak Laba Bersih Rp770 Miliar di 2024

4 days ago 14

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat laba bersih Rp770 miliar sepanjang 2024, tumbuh 46 persen dibandingkan 2023.

 Dok. Jababeka)

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat laba bersih Rp770 miliar sepanjang 2024, tumbuh 46 persen dibandingkan 2023. (Foto: Dok. Jababeka)

IDXChannel - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat laba bersih Rp770 miliar sepanjang 2024. Capaian tersebut merupakan rekor tertinggi yang diraih perseroan dalam beberapa dekade terakhir.

Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda mengatakan, laba perseroan pada tahun lalu tumbuh 46 persen dibandingkan 2023 yang sebesar Rp529 miliar. Raihan positif ini didorong oleh kinerja bisnis yang solid meski mengalami rugi kurs.

"Kinerja fundamental bisnis yang solid ini melampaui dampak kerugian selisih kurs yang tercatat dan instrumen derivatif (spread call) yang seluruhnya mencapai Rp186,5 miliar," kata Muljadi lewat keterangan resmi, Sabtu (29/3/2025).

Dari sisi top line, pendapatan KIJA menyentuh Rp4,6 triliun di 2024, naik 39 persen secara tahunan. Segmen properti perseroan mencatat kenaikan pendapatan 50 persen menjadi Rp2,56 triliun, yang ditopang oleh penjualan tanah matang yang mencapai Rp2,05 triliun.

"Penjualan tanah matang ini sebagian besar berasal dari Kendal, yang meningkat 60 persen dari Rp1,11 triliun pada 2023 menjadi Rp1,78 triliun pada 2024," katanya.

Sementara segmen infrastruktur perseroan mencatat kenaikan pendapatan 31 persen menjadi Rp1,91 triliun. Subsegmen yang terbesar berasal dari bisnis infrastruktur sebesar Rp1,17 triliun, terutama karena adanya peningkatan pembelian listrik dari pengguna industri di Cikarang dan Kendal serta kenaikan harga gas dari USD6 ke USD8,7 per MMBTU.

Untuk segmen Leisure & Hospitality, KIJA mencatatkan pendapatan yang stabil sebesar Rp129 miliar. Kontribusinya berasal dari bisnis vila serta pariwisata Rp40 miliar dan golf Rp85 miliar.

Sementara laba kotor KIJA naik 28 persen menjadi Rp1,97 triliun. Namun, margin laba kotor turun dari 47 persen di 2023 menjadi 43 persen pada 2024. Faktor utama penyebab penurunan margin ini karena penjualan lahan di Kendal memiliki margin yang lebih rendah dibandingkan di Cikarang.

"Oleh karena faktor utama ini, margin laba segmen properti menurun dari 56 persen pada 2023 menjadi 53 persen pada 2024," katanya.

Selain itu, segmen infrastruktur  juga mengalami penurunan margin laba kotor dari 37 persen menjadi 30 persen. Hal ini disebabkan meningkatnya penjualan tenaga listrik di Kendal yang memiliki margin rendah serta peningkatan biaya gas sejak awal tahun.

Dari sisi neraca, total kas KIJA secara konsolidasian mencapai Rp2 triliun. Kas tersebut belum menghitung kas yang dibatasi penggunaannya Rp361 miliar, terutama untuk dana cadangan bunga dan pokok sebesar Rp203 miliar sebagai syarat untuk memperoleh pinjaman PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

(Rahmat Fiansyah)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |