Purbaya dan Gubernur BI Tiba-Tiba ke DPR Akhir Pekan, Ini Kata Mensesneg

2 hours ago 1

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pentingnya koordinasi yang erat antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Prasetyo mengatakan sinergi antarlembaga menjadi sinyal positif dalam menjaga keseimbangan kebijakan fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi global.

"Saya kira ini sebuah gambaran sinyal yang memang kita harapkan, terjadinya koordinasi yang erat, koordinasi yang intens antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam menjaga kebijakan moneter maupun fiskal agar terus berada pada posisi yang kita harapkan," ujar Prasetyo saat jumpa pers bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Menurut dia, tantangan ekonomi saat ini menuntut seluruh kebijakan pemerintah berjalan secara selaras dan saling memperkuat. Prasetyo menilai koordinasi antara otoritas moneter yang dijalankan Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas perekonomian.

"Dalam situasi saat ini dituntut kerja sama di antara kita semua. Kebijakan-kebijakan harus saling mendukung dan saling memperkuat satu sama lain, baik dari sisi ekonomi makro, sisi moneter yang berada di bawah Bank Indonesia, maupun sisi fiskal yang dikendalikan oleh Menteri Keuangan," lanjut dia.

Berdasarkan data dari BI dan Kementerian Keuangan, kata dia, angka-angka indikator fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi yang cukup kuat. Ia menambahkan pemerintah tetap berkomitmen mendorong berbagai program strategis yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tetapi kami juga merasa pemerintah harus terus mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi yang bisa dipercepat, terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan, termasuk industrialisasi dan digitalisasi," lanjut dia.

Prasetyo mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dalam menghadapi tantangan ekonomi. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendorong nilai tukar rupiah kembali menguat sesuai harapan.

"Jadi saya kira itu yang dapat kami sampaikan. Sekali lagi terima kasih Pak Dasco. Semoga kita tetap optimistis menjalankan tugas dan bersama-sama menjaga ekonomi tetap kuat, tetap tumbuh, serta nilai tukar rupiah dapat kembali seperti yang kita harapkan," kata Prasetyo.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |