Pulihkan Pendidikan Pascabencana di Sumatera, PMI dan HKRC Salurkan 8.000 Paket Perlengkapan Sekolah

14 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Sebanyak 8.000 anak sekolah yang terdampak bencana banjir dan siklon di tiga wilayah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menerima paket perlengkapan sekolah (school kit) dukungan Hong Kong SAR Government melalui Disaster Relief Fund (DRF) yang dikelola oleh Hong Kong Red Cross (HKRC), bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Di Aceh, sebanyak 4.000 paket perlengkapan sekolah disalurkan kepada anak-anak sekolah di Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kota Lhokseumawe.

Di Sumatera Utara, tidak kurang dari 2.500 paket diberikan kepada anak-anak sekolah di Kota Sibolga, Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Sementara itu, di Sumatera Barat 1.500 paket diberikan kepada anak-anak sekolah di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Penyaluran paket perlengkapan sekolah dilakukan bertahap, yaitu mulai 1-5 Juni 2026 oleh PMI setempat, bekerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat.

Setiap paket berisi tas sekolah dan berbagai perlengkapan belajar yang dibutuhkan siswa untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti alat tulis, buku tulis, sampai tempat makan dan botol minum.

Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi tersebut tidak hanya merusak berbagai infrastruktur dan permukiman warga tetapi juga mengganggu kegiatan belajar ribuan anak.

Banyak keluarga kehilangan harta benda dan harus memprioritaskan kebutuhan dasar sehingga perlengkapan sekolah menjadi salah satu kebutuhan yang sulit dipenuhi.

Perwakilan dari Palang Merah Hong Kong, menyatakan, paket perlengkapan sekolah ini sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan masyarakat Hong Kong kepada anak-anak yang terdampak bencana di Indonesia.

Jean Lin, Programme Coordinator, International and Relief Service, Hong Kong Red Cross menuturkan, segera setelah siklon dan banjir melanda Indonesia tahun lalu, Hong Kong Red Cross memperoleh informasi dari pihak PMI dan berbagai laporan berita bahwa bencana tersebut berdampak besar terhadap masyarakat di Sumatra dan Aceh.

Sebagai bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta mitra dekat PMI, kata dia, pihaknya segera memobilisasi sumber daya dari para donor dan melakukan analisis kebutuhan di wilayah terdampak.

‘’Berdasarkan hasil asesmen, kami memutuskan mengalokasikan dukungan bagi pengadaan dan distribusi paket perlengkapan sekolah kepada 8.000 siswa yang terdampak bencana," ujar Lin dalam keterangan yang dikutip, Jumat (5/6/2026).

Kepala Sub Divisi Tanggap Darurat Bencana PMI Pusat, Areis Indrawan, menjelaskan operasi pemulihan pascabencana oleh PMI tidak hanya berfokus untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang dijangkau, juga pada upaya memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan memiliki masa depan yang lebih baik.

"Dukungan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak terdampak bencana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan agar mereka dapat kembali belajar dengan nyaman dan optimistis," ujar Areis.

PMI berkoordinasi erat dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk memastikan proses penyaluran paket berjalan tepat sasaran serta sesuai kebutuhan anak-anak yang dijangkau di masing-masing wilayah.

"Saya senang dapat tas baru. Jadi ingin lebih giat belajar dan sukses ketika besar nanti," kata Haskil, siswa SDN Hutagodang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |