Jumat 05 Jun 2026 09:47 WIB
Tumpukan sampah mengendap di pesisir laut Jakarta .
Red: Edwin Dwi Putranto
Nelayan menyandarkan perahunya di dekat tumpukan sampah yang mengendap di perairan laut Jakarta, Jumat (5/6/2026). Jakarta kembali dihadapkan pada persoalan sampah di wilayah pesisir. Tumpukan sampah yang mengendap di sejumlah perairan membentuk hamparan menyerupai pulau sampah yang tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem laut dan aktivitas masyarakat pesisir. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Keberadaan pulau sampah di pesisir Jakarta menjadi indikator masih tingginya volume sampah yang masuk ke sungai dan bermuara ke laut. Saat musim hujan atau ketika debit sungai meningkat, sampah dari wilayah hulu dengan mudah terbawa arus hingga ke pesisir Jakarta. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu bersama Unit Penanganan Sampah Badan Air terus melakukan pembersihan endapan sampah yang terbawa arus dari daratan. Puluhan petugas dikerahkan untuk mengangkut berbagai jenis sampah, mulai dari plastik sekali pakai, limbah rumah tangga, hingga material lain yang terakumulasi di kawasan sedimentasi. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Dampak yang ditimbulkan dari sampah di pesisir tidak hanya terbatas pada pencemaran lingkungan. Tumpukan sampah dapat menghambat pertumbuhan biota laut, merusak habitat pesisir, serta mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut. Selain itu, sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik juga berpotensi masuk ke rantai makanan dan membahayakan kesehatan manusia. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Upaya pembersihan yang dilakukan pemerintah menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak pencemaran. Namun, penanganan sampah di pesisir tidak dapat mengandalkan pembersihan semata. Diperlukan pengelolaan sampah yang lebih baik dari sumbernya, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan sistem pengelolaan limbah di kawasan perkotaan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Sampah plastik yang mengendap terlihat di perairan laut Jakarta, Jumat (5/6/2026). Jakarta kembali dihadapkan pada persoalan sampah di wilayah pesisir. Tumpukan sampah yang mengendap di sejumlah perairan membentuk hamparan menyerupai pulau sampah yang tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem laut dan aktivitas masyarakat pesisir. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Upaya pembersihan yang dilakukan pemerintah menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak pencemaran. Namun, penanganan sampah di pesisir tidak dapat mengandalkan pembersihan semata. Diperlukan pengelolaan sampah yang lebih baik dari sumbernya, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan sistem pengelolaan limbah di kawasan perkotaan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Sampah yang mengendap terlihat di perairan laut Jakarta, Jumat (5/6/2026). (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Sampah plastik yang mengendap terlihat di perairan laut Jakarta, Jumat (5/6/2026). Jakarta kembali dihadapkan pada persoalan sampah di wilayah pesisir. Tumpukan sampah yang mengendap di sejumlah perairan membentuk hamparan menyerupai pulau sampah yang tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem laut dan aktivitas masyarakat pesisir. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Petugas menunjukkan sampah plastik yang mengendap di perairan laut Jakarta, Jumat (5/6/2026). Berbagai jenis sampah mengotori kawasan pesisir Jakarta, mulai dari plastik sekali pakai, limbah rumah tangga, hingga material lain yang terakumulasi di kawasan sedimentasi. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Seekor burung terbang di antara tumpukan sampah yang mengendap di pesisir perairan laut Jakarta, Jumat (5/6/2026). Tumpukan sampah dapat menghambat pertumbuhan biota laut, merusak habitat pesisir, serta mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Tumpukan sampah yang mengendap terlihat di perairan laut Jakarta, Jumat (5/6/2026). Jakarta kembali dihadapkan pada persoalan sampah di wilayah pesisir. Tumpukan sampah yang mengendap di sejumlah perairan membentuk hamparan menyerupai pulau sampah yang tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem laut dan aktivitas masyarakat pesisir. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
Fenomena pulau sampah di pesisir Jakarta menjadi pengingat bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa perubahan perilaku dan pengelolaan yang berkelanjutan, sampah akan terus mengalir dari daratan menuju laut dan memperburuk kondisi lingkungan pesisir di masa mendatang. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta kembali dihadapkan pada persoalan sampah di wilayah pesisir. Tumpukan sampah yang mengendap di sejumlah perairan membentuk hamparan menyerupai "pulau sampah" yang tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem laut dan aktivitas masyarakat pesisir.
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu bersama Unit Penanganan Sampah Badan Air terus melakukan pembersihan endapan sampah yang terbawa arus dari daratan. Puluhan petugas dikerahkan untuk mengangkut berbagai jenis sampah, mulai dari plastik sekali pakai, limbah rumah tangga, hingga material lain yang terakumulasi di kawasan sedimentasi.
Keberadaan pulau sampah menjadi indikator masih tingginya volume sampah yang masuk ke sungai dan bermuara ke laut. Saat musim hujan atau ketika debit sungai meningkat, sampah dari wilayah hulu dengan mudah terbawa arus hingga ke pesisir Jakarta.
Dampak yang ditimbulkan tidak hanya terbatas pada pencemaran lingkungan. Tumpukan sampah dapat menghambat pertumbuhan biota laut, merusak habitat pesisir, serta mengganggu aktivitas nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut. Selain itu, sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik juga berpotensi masuk ke rantai makanan dan membahayakan kesehatan manusia.
Upaya pembersihan yang dilakukan pemerintah menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak pencemaran. Namun, penanganan sampah di pesisir tidak dapat mengandalkan pembersihan semata. Diperlukan pengelolaan sampah yang lebih baik dari sumbernya, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan sistem pengelolaan limbah di kawasan perkotaan.
Fenomena pulau sampah di pesisir Jakarta menjadi pengingat bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa perubahan perilaku dan pengelolaan yang berkelanjutan, sampah akan terus mengalir dari daratan menuju laut dan memperburuk kondisi lingkungan pesisir di masa mendatang.
sumber : Republika
Berita Lainnya
.png)
16 hours ago
7
















































