REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Final Copa del Rey musim ini resmi mempertemukan dua tim kuat Spanyol, Real Sociedad dan Atletico Madrid. Sociedad memastikan tiket ke partai puncak setelah menundukkan rival sekota Athletic Bilbao 1-0 pada leg kedua semifinal, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB, sekaligus unggul agregat 2-0.
Gol tunggal yang menentukan kemenangan La Real lahir pada menit ke-87 melalui kapten mereka, Mikel Oyarzabal. Penyerang timnas Spanyol itu dengan tenang mengeksekusi penalti setelah wasit Cesar Soto Grado meninjau pelanggaran dari monitor VAR di tepi lapangan.
Insiden bermula ketika Inigo Ruiz de Galarreta kedapatan menarik baju Yangel Herrera saat situasi sepak pojok. Setelah pengecekan VAR, wasit menunjuk titik putih. Oyarzabal kemudian mengirim bola ke sisi kiri gawang sementara kiper Athletic bergerak ke arah sebaliknya.
Sepanjang pertandingan di Reale Arena, Sociedad sebenarnya tampil dominan. Mereka menguasai penguasaan bola dalam waktu lama, tetapi kesulitan mengubah dominasi tersebut menjadi peluang berbahaya. Dari sejumlah usaha yang dibuat, hanya empat tembakan yang benar-benar mengarah ke gawang.
Athletic Bilbao sendiri tampil tanpa salah satu pemain andalan mereka, Nico Williams, yang absen karena cedera. Tim tamu baru benar-benar meningkatkan tekanan di menit-menit akhir babak kedua ketika mereka berusaha mati-matian menyamakan agregat, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Dengan hasil ini, Sociedad berhak melaju ke final yang akan digelar di Stadion La Cartuja, Sevilla, pada 18 April mendatang. Ini menjadi pertemuan kedua antara Sociedad dan Atletico Madrid di final Copa del Rey. Pada pertemuan sebelumnya pada 1987, Sociedad keluar sebagai juara setelah menang adu penalti usai bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.
Sementara itu, Atletico Madrid memastikan tempat di final meski kalah 0-3 dari Barcelona pada leg kedua semifinal. Berkat kemenangan telak 4-0 pada leg pertama di Madrid, tim asuhan Diego Simeone tetap lolos dengan agregat 4-3.
Barcelona sebenarnya hampir menciptakan comeback sensasional. Gelandang muda berusia 18 tahun, Marc Bernal, mencetak dua gol, sementara Raphinha menambah satu gol lewat titik penalti setelah Pedri dilanggar di kotak terlarang.
Namun upaya keras Barcelona tidak cukup. Atletico mampu bertahan hingga akhir laga, dengan kiper Juan Musso tampil gemilang melalui sejumlah penyelamatan penting.
“Kami berada di final, itu yang terpenting,” kata Musso kepada Movistar Plus. “Kami tahu ini akan sulit. Mereka salah satu tim terbaik di dunia, tetapi kami lolos karena mencetak lebih banyak gol secara keseluruhan. Itu intinya.”
Bagi Atletico, ini menjadi final Copa del Rey pertama mereka sejak 2013, tahun ketika mereka terakhir kali mengangkat trofi tersebut. Secara keseluruhan, Los Rojiblancos sudah mengoleksi 10 gelar di ajang ini.
sumber : Reuters
.png)
2 hours ago
1
















































