Seorang ibu di Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Dartem (53 tahun), mengadukan anaknya yang menjadi korban pengantin pesanan di China. Kini, anaknya telah kembali ke pelukannya.
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Kusnia (21 tahun), seorang perempuan muda yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan di China, akhirnya bisa pulang kembali ke kampung halamannya di Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Kepulangan Kusnia pun mengakhiri penderitaan yang dialaminya selama kurang lebih lima bulan terakhir di Negeri Tirai Bambu.
Sebelumnya, ia berangkat ke China pada Desember 2025 lalu. Kedatangan Kusnia langsung disambut pelukan erat ibu kandungnya, Dartem (53). Di tengah pelukan itu, tangis haru pun membuncah dari ibu dan anak tersebut. Mereka merasa lega dan bersyukur akhirnya bisa kembali bertemu. “Alhamdulillah Kusnia akhirnya pulang,” tutur Dartem, Sabtu (30/5/2026).
Selama berada di China, Kusnia mengalami dugaan tindakan kekerasan fisik dan seksual yang dilakukan suaminya. Ia juga mengalami intimidasi dari keluarga suaminya maupun agen yang merekrutnya.
Kisah pilu yang dialami Kusnia itu sebelumnya terungkap setelah video permintaan tolongnya menyebar di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku menjadi korban pengantin pesanan di China dan berharap mendapat pertolongan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sebelum menjadi korban pengantin pesanan, Kusnia awalnya ditawari oleh temannya untuk bekerja di restoran di China dengan gaji besar. Tawaran itu langsung disambutnya dengan harapan bisa membantu ekonomi keluarganya. Apalagi, ia sulit memperoleh pekerjaan yang layak di kampung halamannya.
Untuk itu, Kusnia pergi ke agen di Tangerang, sesuai arahan temannya yang sudah lebih dulu berangkat ke China. Namun setelah beberapa hari tinggal di tempat agen tersebut, ia justru ditawari menikah dengan laki-laki di China dengan mahar besar dan kiriman uang bulanan untuk ibunya. Jika Kusnia menolak, ia diharuskan membayar uang kepada agen tersebut. Ia akhirnya menerima tawaran tersebut.
Segala proses dokumen perjalanan, baik paspor maupun visa, diurus dalam waktu singkat oleh pihak agen di Tangerang. Ia kemudian diterbangkan ke China pada Desember 2025 dan menikah dengan pria China. Namun, impian Kusnia untuk hidup yang lebih baik ternyata harus kandas. Ia justru kerap mengalami kekerasan seksual dan fisik dari suaminya.
.png)
2 hours ago
1

















































