Pakar ITB Sebut Faktor Cuaca Diduga Jadi Pemicu Blackout Sumatera

6 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemadaman listrik massal (blackout) di Sumatra dinilai sangat mungkin dipicu tekanan mekanis akibat angin kencang pada jaringan transmisi, terutama di titik sambungan kabel atau mid span jointing. Pengamat sistem tenaga listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Ir Djoko Darwanto menilai faktor cuaca memiliki peran besar dalam peristiwa tersebut.

Hal itu terlihat dari karakteristik gangguan yang mengarah pada tekanan mekanis di area sambungan konduktor transmisi. “Kalau melihat pola gangguan yang disampaikan dan titik kerusakannya berada di sambungan kabel, maka faktor cuaca sangat mungkin berkontribusi dalam peristiwa ini,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (29/5/2026).

Sebelumnya, hasil investigasi awal gabungan Bareskrim Polri, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), dan PLN menyebut terdapat tiga kemungkinan penyebab putusnya kabel transmisi, yakni stress thermal akibat cuaca, faktor pada area sambungan, serta tekanan mekanis akibat beban dan pengaruh angin.

Menurut Djoko, masyarakat kerap menilai kondisi cuaca berdasarkan situasi di permukaan tanah. Padahal, pada ketinggian konduktor transmisi, kecepatan angin dapat jauh lebih besar dan memicu osilasi kabel secara terus-menerus.

“Di bawah mungkin terasa tidak ekstrem, tetapi di area konduktor, angin bisa cukup kuat untuk menyebabkan kabel bergerak dan saling menarik. Kondisi itu dapat memunculkan tekanan berulang pada kabel,” katanya.

Ia menjelaskan, pergerakan berulang akibat terpaan angin dapat menambah tekanan pada area sambungan kabel, terutama ketika sistem sedang menerima beban tinggi.

Terlebih, titik yang mengalami putus diketahui berada pada area mid span jointing atau sambungan di tengah bentangan kabel transmisi. Area tersebut merupakan lokasi penyatuan dua konduktor yang disambung menggunakan metode dan pelindung khusus.

Menurut dia, titik sambungan menjadi salah satu area yang paling diperhatikan dalam sistem transmisi karena menerima kombinasi pengaruh getaran, perubahan temperatur, serta distribusi tekanan ketika kabel bergerak akibat angin.

“Pada area sambungan, distribusi tekanannya berbeda dibanding bagian kabel utuh. Karena itu area ini menjadi salah satu titik yang paling diperhatikan dalam sistem transmisi,” ujarnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |