REPUBLIKA.CO.ID,
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَقَامَ الْأَرْضَ وَاسْتَقَرَّهَا، وَجَعَلَهَا مِهَادًا وَمَعَاشًا لِلْخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى آلَائِهِ الَّتِي لَا تُحْصَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْبَشِيرُ النَّذِيرُ، اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ ، أَوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ. وَيَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُفْتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقُوا اللهَ حَيْثُ مَا كُنتَ، وَاتَّبع السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُوهَا، وَحُلْقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ عَظِيمٍ، صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْكَرِيمُ.
Ma'asyiral muslimin, Rahimakumullah
Puji syukur kita haturkan ke hadirat Allah Swt atas karunia sehat jasad dan rohani, sehat akal dan hati, sehingga iman dan takwa mampu kita pertahankan hingga hari ini. Semoga iman dan takwa yang dimiliki mampu mengarahkan kita untuk bersikap baik kepada Allah, Rasulullah, manusia, dan alam semesta. Amiin.
Shalawat dan salam harus senantiasa dihaturkan kepada makhluk Allah yang paling agung, yaitu Nabi Muhammad saw. Beliaulah uswah dan qudwah yang wajib kita ikuti; apakah pada saat posisi beliau sebagai seorang hamba Allah, seorang pemimpin, atau sebagai utusan Allah bagi semua ciptaan-Nya. Nabi berpesan kepada umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan Allah, berbuat baik dengan sesama, serta memperhatikan lingkungan sekitar, walaupun Hari Kiamat akan datang sisa satu hari lagi.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Ma'asyiral muslimin, Rahimakumullah
Salah satu masalah kontemporer yang dihadapi seluruh umat manusia, termasuk juga di Indonesia adalah krisis ekologi, krisis lingkungan. Masalah ini muncul ke permukaan karena bumi sudah tidak dianggap sebagai sahabat oleh manusia. Manusia aktif melakukan penebangan liar (illegal logging), pencemaran ling-kungan, dan eksploitasi berlebihan. Akibatnya, bumi marah dan meluapkan kekesalannya, dengan terjadinya berbagai bencana alam seperti banjir hingga tanah longsor.
Kekesalan bumi tidak hanya diluapkan saat di dunia, tetapi bumi akan menjadi saksi di Hari Kiamat kelak atas apa yang telah manusia lakukan. Apabila manusia sebagai khalifah melakukan kebaikan, bumi akan bersaksi atas kebaikannya. Sebaliknya, apabila yang dilakukan adalah pengrusakan, maka bumi pun akan bersaksi atas keburukan yang diterimanya. Demikianlah yang Allah jelaskan di dalam firman-Nya surah az-Zalzalah ayat 1-5.
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ الْقَاهَا وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَحْبَارَهَا بِإِنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لها .
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, bumi mengeluarkan isi perutnya, dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi dengannya (bumi)?” Pada hari itu (bumi) menyampaikan berita (tentang apa yang diperbuat manusia di atasnya), karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.
sumber : Kemenag RI
.png)
19 hours ago
5
















































