Mentan Amran Reformasi Pacu Hilirisasi Pertanian Dorong Lompatan Ekonomi Nasional

6 hours ago 9

Mentan Amran Sulaiman melakukan sidak harga di Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Visi besar Indonesia untuk mencapai kedaulatan pangan dan lompatan ekonomi nasional kini bertumpu pada keberanian melakukan reformasi sistem serta penguatan hilirisasi di sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kepemimpinan yang berani membongkar regulasi usang menjadi fondasi utama bagi kemandirian bangsa. Dalam arahannya di Makassar, Jumat, Mentan Amran memaparkan keberhasilan deregulasi 145 aturan pupuk bersubsidi yang kini jauh lebih efisien dan transparan.

Transformasi ini terbukti mampu memangkas biaya hingga 20 persen serta meningkatkan volume pasokan sebanyak 700 ribu ton tanpa membebani anggaran negara.

Namun, reformasi sistem di hulu saja tidak cukup; masa depan ekonomi Indonesia juga sangat bergantung pada sejauh mana kekayaan alam dikelola melalui hilirisasi. Mentan Amran menyoroti potensi besar komoditas kelapa yang nilainya diprediksi mencapai Rp5.000 triliun seiring pergeseran tren konsumsi dunia ke susu nabati.

Hal serupa juga terlihat pada komoditas gambir dan CPO, di mana Indonesia memegang kendali atas sebagian besar pasokan global. Dengan berhenti mengekspor bahan mentah dan fokus pada pengolahan dalam negeri, Indonesia diproyeksikan mampu meraih nilai tambah hingga belasan ribu triliun rupiah yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Semangat transformasi nasional ini kemudian diterjemahkan ke dalam target-target konkret di tingkat daerah, seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Menyadari perannya sebagai lumbung pangan di wilayah timur Jawa Barat, Kuningan menargetkan surplus beras pada 2026 meningkat 10 persen dari capaian tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah, menekankan bahwa kerja berbasis data dan perlindungan terhadap petani menjadi harga mati dalam menghadapi tantangan iklim serta fluktuasi harga pasar yang semakin kompleks.

Konsistensi kinerja di Kuningan dijaga melalui strategi regenerasi kepemimpinan yang disiplin di lapangan. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi Luas Tambah Tanam (LTT) serta penguatan manajemen irigasi untuk memastikan stabilitas pasokan pangan regional.

Wahyu meyakini bahwa surplus yang tercatat sebesar 120 ribu ton pada 2025 dapat terus ditingkatkan jika komitmen terhadap ketahanan pangan tidak melemah, meski jabatan struktural di birokrasi mengalami pergantian.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |