Menlu Iran Ungkap Berada Satu Gedung dengan Khamenei Saat di Bom AS-Israel

10 hours ago 5

Citra satelit yang dirilis oleh Vantor menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di kompleks kantor Ayatullah Ali Khamenei di Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa dia berada di dalam kantor Ayatullah Ali Khamenei ketika gedung tersebut diserang pada jam-jam awal agresi AS-Israel terhadap Iran pada 23 Februari lalu. Ia juga menghabiskan dua hari dengan ketidakpastian apakah pimpinannya tersebut selamat.

Berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al Mayadeen, Araghchi memberikan penjelasan pribadi paling rinci tentang momen-momen seputar kesyahidan sang Pemimpin.

Araghchi mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa dia telah kembali dari perundingan Jenewa pada Jumat dan pergi ke kantor Sayyed Khamenei keesokan paginya untuk memberi pengarahan secara langsung.

“Setelah kembali dari perundingan Jenewa pada hari Jumat, saya pergi ke kantor Sayyed Khamenei pada hari Sabtu pukul 09.00 untuk menyampaikan laporan saya, yang berkaitan dengan perundingan dan perkembangan yang muncul pada hari Jumat, yang membuat prospek perang jauh lebih mungkin terjadi,” katanya.

Serangan itu terjadi saat dia masih di sana. Sayap bangunan tempat Araghchi duduk tidak hancur, namun bangunan tersebut dibom, dan dia mendapati dirinya berusaha keluar dari bawah reruntuhan.

“Pada saat Sayyed Ali Khamenei syahid, saya sedang berada di kantornya dan diserang,” katanya. "Saat kami mencoba mencari jalan keluar dari bawah reruntuhan, pikiran saya sepenuhnya terfokus pada apakah dia telah menjadi sasaran."

Naluri pertamanya, katanya, bukanlah kepedulian terhadap keselamatan dirinya sendiri. “Pada saat pemboman terjadi, saya sangat prihatin terhadap Pemimpin sehingga saya tidak mengkhawatirkan diri saya sendiri.”

“Dari apa yang saya ketahui tentang rutinitasnya, saya yakin Pemimpin pasti ada di kantornya,” jelas Araghchi. Dia menggambarkan 48 jam berikutnya sebagai masa yang menyiksa, menunggu berita yang akhirnya mengonfirmasi bahwa Sayyed Khamenei telah menjadi syuhada.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |