Mengapa Masjid Menjadi Tempat yang Paling Dicintai Allah? Ini Penjelasan Rasulullah

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid menempati posisi istimewa dalam Islam. Selain menjadi tempat pelaksanaan shalat berjamaah, masjid juga menjadi pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat. Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan menjaga adab ketika berada di dalam masjid, termasuk datang dalam keadaan suci, menjaga kebersihan, serta tidak merusak atau mengambil fasilitas masjid untuk kepentingan pribadi.

Berikut sejumlah hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan keutamaan masjid dan orang-orang yang memakmurkannya.

1. Masjid adalah Tempat yang Paling Dicintai Allah

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا

'An Abī Hurairata anna Rasūlallāhi shallallāhu 'alaihi wa sallama qāla: Ahabbul bilādi ilallāhi masājiduhā, wa abghadhul bilādi ilallāhi aswāquhā.*

"Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: 'Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid-Nya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar.'" (HR Muslim).

2. Setiap Langkah ke Masjid Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Man tathahhara fī baitihi tsumma masyā ilā baitin min buyūtillāhi liyaqdhiya farīdhatan min farāidhillāh, kānat khathwatāhu ihdāhumā tahuththu khathī'atan wal ukhrā tarfa'u darajah.

"Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban yang Allah tetapkan, maka satu langkahnya menghapus dosa dan langkah lainnya meninggikan derajat." (HR Muslim).

3. Majelis Ilmu di Masjid Mendatangkan Rahmat

Rasulullah SAW bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Mājtama'a qaumun fī baitin min buyūtillāhi ta'ālā yatlūna kitāballāhi wa yatadārasūnahu bainahum illā nazalat 'alaihimus sakīnah wa ghasyiyat-humur rahmah wa haffat-humul malāikah wa dzakarahumullāhu fī man 'indah.

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya." (HR Abu Dawud).

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |