REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH — Di tengah jutaan jamaah yang memadati Tanah Suci saat musim haji, kisah-kisah kehilangan dan pertemuan kembali berlangsung nyaris tanpa sorotan. Di balik ritual spiritual yang sakral, para relawan, petugas keamanan, hingga tenaga medis bekerja tanpa lelah membantu jamaah yang tersesat menemukan jalan pulang ke rombongan mereka.
Saat jamaah mulai bergerak menuju Mina, kelelahan kerap menjadi tantangan pertama. Berjam-jam berjalan di bawah terik matahari, padatnya lautan manusia, hingga baterai ponsel yang habis membuat banyak jamaah kehilangan arah. Nomor tenda terlupakan, anggota keluarga terpisah, dan wajah-wajah yang dikenal lenyap di tengah kerumunan. “Anakku, aku tidak bisa melanjutkan.”
Kalimat itu masih membekas dalam ingatan Bakur Hemdi, seorang relawan yang bertahun-tahun membantu jamaah haji. Ucapan tersebut keluar dari seorang jamaah lansia asal Mesir yang ia bantu saat musim haji 2013.
“Dari semua pengalaman selama menjadi relawan, yang paling saya ingat justru orang-orang yang tersesat,” ujar Hemdi seperti dikutip Arab News, Jumat (29/5/2026).
Dalam pelaksanaan ibadah haji yang mempertemukan hampir dua juta orang di Makkah, Mina, Muzdalifah, dan Arafah, perpisahan memang hampir tak terhindarkan. Jamaah lanjut usia kerap kehilangan jejak keluarga mereka di tengah kepadatan massa. Hambatan bahasa, cuaca panas ekstrem, serta kelelahan fisik membuat banyak jamaah mengalami disorientasi.
Di balik situasi tersebut, berlangsung pula operasi besar yang didedikasikan untuk membantu jamaah menemukan kembali rombongan mereka. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memperluas sistem pengelolaan haji melalui teknologi canggih, termasuk pemantauan berbasis kecerdasan buatan, pusat kendali 24 jam, platform Nusuk, hingga kartu identitas pintar berkode QR untuk mempermudah identifikasi jamaah.
Meski demikian, banyak momentum penyelamatan paling berkesan tetap terjadi lewat sentuhan antarmanusia. Hemdi mengenang saat ia bertemu seorang jamaah perempuan lanjut usia asal Mesir yang tampak kebingungan bersama seorang pramuka di Mina. Setelah memeriksa kartu hajinya, Hemdi mengenali lokasi perkemahan perempuan itu.
.png)
7 hours ago
5

















































