KCIC menyediakan 627 titik untuk media iklan, mencakup LED, Lightbox, TV kereta, in-train branding, serta media lain yang tersebar di stasiun dan gerbong kereta
Maksimalkan Pendapatan Non-Tiket, KCIC Gandeng Pixel Bangun Ekosistem Media Luar Ruang (foto: MNC media)
IDXChannel - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus berupaya menyeimbangkan kinerjanya dengan memaksimalkan pendapatan non-tiket, seiring tren pertumbuhan yang juga terjadi pada volume penumpang.
Upaya pemaksimalan tersebut, salah satunya, dilakukan dengan menyewakan space di area stasiun dan kabin kereta Whoosh sebagai media promosi luar ruang (out of home/OOH).
Saat ini, KCIC telah menyediakan sedikitnya 627 titik untuk media iklan, yang mencakup LED, Lightbox, TV kereta, in-train branding, serta media lain yang tersebar di stasiun dan gerbong kereta, di mana pengelolaannya dikerjasamakan dengan Pixel Group, salah satu pelaku utama bisnis periklanan nasional di segmen OOH.
"Kolaborasi (dengan Pixel Group) ini memungkinkan pemanfaatan teknologi berbasis data real-time serta kreativitas untuk menciptakan pengalaman iklan yang lebih inovatif dan interaktif bagi audiens," ujar Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Menurut Dwiyana, saat ini ada lebih dari 80 brand dari berbagai sektor industri, seperti perbankan, otomotif, kuliner, pariwisata, perhotelan, agen tiket, hingga produk fast-moving consumer goods (FMCG) yang telah memanfaatkan jaringan media iklan tersebut.
Di lain pihak, Dwiyana menjelaskan, pihaknya juga terus mengembangkan bisnis non-farebox lain, seperti pengelolaan area parkir, penyewaan lokasi usaha untuk ritel, hak penamaan stasiun, serta penyewaan area untuk pameran produk.
Sementara, melalui kerja sama ini, Pixel Group berharap dapat membantu KCIC dalam membangun ekosistem media luar ruang pertama pada moda transportasi cepat di Asia Tenggara tersebut.
Tak hanya itu, kerja sama ini juga dinilai sebagai bagian dari target Pixel Group dalam mengintegrasikan media luar ruang konvensional serta teknologi digital secara menyeluruh di titik lokasi strategis, mulai dari stasiun, area tunggu, hingga di dalam kereta.
"Dengan pemanfaatan konten dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan data perilaku dan tren audiens, Pixel Group menghadirkan kampanye iklan yang lebih efektif dan terukur," ujar Direktur Pixel Group, David Leong, dalam kesempatan yang sama.
Menurut David, pihaknya bakal mengeksplorasi lebih jauh dan lebih banyak lagi potensi lokasi iklan yang bisa dimanfaatkan, baik di dalam kereta dan juga sepanjang rute perjalanan Whoosh.
Tak hanya itu, David menjelaskan, pihaknya juga membuka kemungkinan agar iklan-iklan yang ditampilkan dapat terintegrasi dengan LRT Jadebek dan TransJakarta, yang bisnis ruang iklannya juga berada dalam pengelolaan Pixel Group.
"jadi kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengiklan, sekaligus memperkaya pengalaman penumpang dengan layanan transportasi modern yang lebih terintegrasi," ujar David.
(taufan sukma)