Rudal canggih terbaru Iran, Qasim Bashir yang digadang-gadang mampu menembus pertahanan udara Israel.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Kantor berita resmi Iran, IRNA, yang mengutip sumber dari kantor kepresidenan, melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi aman dan tidak terluka akibat serangan tersebut.
Konfirmasi ini muncul di tengah kekhawatiran global setelah sejumlah rudal dilaporkan menghantam area strategis di Teheran, termasuk wilayah yang berdekatan dengan pusat pemerintahan.
Media Israel melaporkan upaya pembunuhan terhadap Presiden Iran Masoud Pezeshkian selama serangan tersebut, dan tidak mengesampingkan kemungkinan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menjadi target.
Sebuah sumber yang dikutip Arabnews mengatakan bahwa Khamenei, tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman. Serangan yang tampaknya terjadi di ibu kota Iran pada Sabtu terjadi di dekat kantor Khamenei. Televisi pemerintah mengakui adanya ledakan di area kantor tersebut.
Beberapa rudal telah menghantam Jalan Universitas dan daerah Jomhouri di Teheran, sementara ledakan kemungkinan terjadi di daerah Seyyed Khandan bagian utara Teheran, lapor media pemerintah. Asap tebal juga mengepul dari sekitar Jalan Pasteur di pusat kota Teheran, kata ISNA.
Serangan ini, yang terjadi setelah Israel dan Iran terlibat dalam perang udara selama 12 hari pada bulan Juni, menyusul peringatan berulang kali dari AS dan Israel bahwa mereka akan menyerang lagi jika Iran melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.
“Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel,” kata Menteri Pertahanan Israel Katz.
Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan, operasi tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan dalam koordinasi dengan Washington. Tanggal peluncurannya telah diputuskan beberapa pekan yang lalu.
.png)
11 hours ago
4
















































