Ilustrasi Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pengadilan militer Korea Selatan menjatuhkan hukuman berat kepada seorang Bintara Angkatan Darat yang terbukti menelantarkan istrinya hingga meninggal dunia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengadilan militer Korea Selatan menjatuhkan hukuman berat kepada seorang Bintara Angkatan Darat yang terbukti menelantarkan istrinya hingga meninggal dunia. Menurut laporan media Korea JTBC pada 3 Juni, pengadilan militer menjatuhkan hukuman 30 tahun penjara kepada bintara berinisial A tersebut.
Bintara A didakwa dan ditahan atas tuduhan pembunuhan karena mengabaikan istrinya yang berusia 30-an hingga menyebabkan luka baring yang membusuk karena dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik. Bahkan menurut laporan, terdapat belatung pada luka yang membusuk tersebut.
Kasus ini bermula pada 17 November 2025. Kala itu, bintara A menghubungi layanan darurat 119 dan melaporkan bahwa istrinya dalam kondisi kesadaran yang membingungkan. Namun saat petugas tiba di lokasi, mereka menemukan korban duduk di dalam rumah dengan tubuh tertutup selimut dan dipenuhi kotoran.
Tim darurat medis segera membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, korban mengalami serangan jantung dalam perjalanan dan meninggal karena sepsis keesokan harinya.
Seorang dokter yang menangani kasus tersebut mengungkapkan kepada program investigasi SBS bahwa seluruh tubuh korban dipenuhi kotoran dan terdapat belatung yang menyebar di tubuhnya. "Seluruh tubuhnya terkontaminasi kotoran, dan puluhan ribu belatung tersebar di seluruh tubuhnya," kata dokter tersebut dilansir Asia Business Daily, Jumat (5/6/2026).
Dokter tersebut juga mengatakan belatung terus bermunculan meskipun tubuh korban telah dibersihkan berulang kali dengan larutan saline. "Tidak peduli seberapa keras saya mencoba membersihkannya dengan larutan saline, belatung terus keluar. Tidak mungkin membersihkan semuanya, jadi saya harus membalut luka dengan perban di tempat," kata dokter itu.
Dalam persidangan, bintara A mengeklaim tidak mengetahui bahwa kondisi istrinya sudah kritis. la juga beralasan tidak mencium bau busuk karena selama beberapa bulan terakhir, rumahnya dipenuhi pengharum ruangan.
Namun dokter yang menjadi saksi membantah klaim tersebut dengan menyatakan bahwa ruangan korban dipenuhi aroma busuk. "Baunya bahkan menempel pada pakaian dan seluruh tubuhnya," demikian kesaksian dokter.
.png)
8 hours ago
4
















































