REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran dilaporkan tengah menyiapkan balasan atas serangan Israel dan AS hari ini. Balasan itu bakal dilancarkan beberapa jam ke depan.
Rencana itu dilansir Reuters mengutip kata para pejabat Iran pada hari Sabtu. Pemimpin di Iran berjanji untuk melakukan “respons yang menghancurkan” terhadap serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran pada hari Sabtu ini.
“Teheran sedang bersiap untuk melakukan pembalasan; tanggapannya akan sangat keras,” kata para pejabat tersebut, menurut Reuters.
Para pejabat pertahanan menilai kemungkinan besar respons rudal Iran akan terjadi dalam beberapa jam. Sumber-sumber di lembaga pertahanan menilai kemungkinan respons Iran dalam beberapa jam, termasuk peluncuran rudal, semakin meningkat.
Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran, dengan ledakan terdengar dan terlihat di seluruh Teheran pada Sabtu. Beberapa rudal menghantam University Street dan daerah Jomhouri di Teheran, kantor berita Fars melaporkan. Asap terlihat membubung di kota itu.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa ledakan juga terjadi di wilayah Seyyed Khandan di utara Teheran. Media Iran lainnya mengutip serangan di seluruh negeri, termasuk di provinsi Ilam bagian barat.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim Israel melancarkan serangan rudal untuk “menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel”. Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Aljazirah bahwa serangan itu dilakukan sebagai operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika. Negara itu telah mengumpulkan armada besar jet tempur dan kapal perang di wilayah tersebut untuk mencoba menekan Iran agar membuat kesepakatan mengenai program nuklirnya.
Amerika Serikat telah mengerahkan kapal induk, jet tempur, kapal perusak berpeluru kendali, dan kemampuan lainnya ke Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Presiden AS Donald Trump menggambarkannya sebagai armada angkatan laut yang sangat besar.
Ini mencakup dua kapal perang terbesar AS – USS Gerald R Ford dan Abraham Lincoln. Ford adalah kapal induk terbaru dan terbesar di dunia di Amerika Serikat. Kapal ini memiliki reaktor nuklir dan dapat menampung lebih dari 75 pesawat militer. Pesawat ini juga dilengkapi radar canggih yang dapat membantu mengendalikan lalu lintas udara dan navigasi.
USS Abraham Lincoln, kapal induk bertenaga nuklir yang dapat menampung sekitar 90 pesawat militer, dipindahkan ke wilayah tersebut dari Asia-Pasifik pada bulan Januari. Pada awal Februari, salah satu jet tempurnya menembak jatuh sebuah drone Iran yang “secara agresif” mendekati kapal tersebut, kata militer AS.
.png)
4 days ago
11















































