IHSG Amblas, Ekonom Senior Indef Minta Pemerintah Jaga Kepercayaan Pasar

2 hours ago 1

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut turun dari level 9.200 ke 5.900, mendekati kondisi yang pernah terjadi saat krisis keuangan global 2008.

Kondisi tersebut juga diikuti pelemahan harga saham sejumlah bank besar, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Penurunan harga saham dinilai terjadi seiring keluarnya sebagian dana investor asing dari pasar domestik akibat menurunnya kepercayaan terhadap prospek perekonomian dan kebijakan pemerintah. Ekonom Senior Indef Didik J. Rachbini mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap enteng situasi tersebut. Meski Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi di pasar keuangan, nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan dan pasar saham belum menunjukkan pemulihan yang kuat.

"Ekonomi bukan cuma soal angka pertumbuhan yang bagus di atas kertas. Saat ini yang runtuh adalah kepercayaan investor. Kita butuh sense of crisis dari pemerintah," ujar Didik dalam pesan singkat, Sabtu (6/6/2026).

Didik menilai kondisi saat ini mengingatkan pada pesan yang kerap disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut dia, pemulihan ekonomi tidak akan berhasil tanpa kepastian hukum, konsistensi kebijakan, dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hati-hati.

Ia menekankan, apabila pemerintah terus membiarkan belanja negara membengkak untuk membiayai program-program baru tanpa evaluasi yang memadai, sementara DPR hanya berperan sebagai pemberi persetujuan, investor berpotensi terus menjauh dari pasar domestik. Dampak keluarnya modal asing tersebut, lanjut dia, dapat meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat tingginya permintaan dolar AS.

"Kuncinya ada pada kepastian hukum dan tata kelola anggaran. Jika kepercayaan pasar kembali, barulah ekonomi masyarakat bisa ikut pulih," kata Didik.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |