Humpuss Maritim (HUMI) Incar Posisi ESG Leader Bisnis Pelayaran di 2029

1 week ago 12

HUMI telah mengidentifikasi sembilan topik material ESG yang telah ditetapkan sejak 25 November 2024

 MNC Media)

Humpuss Maritim (HUMI) Incar Posisi ESG Leader Bisnis Pelayaran di 2029 (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) meyakini faktor lingkungan, sosial dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) merupakan salah satu faktor kunci dalam memperkuat bisnis di masa depan.

Karenanya, anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) tersebut telah memasang target untuk dapat tampil sebagai ESG Leader di industri pelayaran nasional dalam empat tahun mendatang.

Target tersebut coba diwujudkan Perseroan dengan menyusun peta jalan (ESG Roadmap) untuk periode 2025-2029, yang dikembangkan oleh ESG Task Force dan telah melalui proses konsultasi mendalam dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal, demi memastikan keselarasan dengan ekspektasi yang diharapkan.

"Kami telah melakukan Focus Group Discussions (FGDs) dengan tim ESG Task Force HUMI yang dihadiri 27 peserta dari unit bisnis di HUMI Grup yang relevan November 2024 lalu, serta menyebar kuesioner kepada 113 responden dari pemangku kepentingan internal dan eksternal untuk mengevaluasi topik-topik ESG yang penting bagi keberlanjutan HUMI," ujar Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, dalam keterangan resminya, Senin (24/3/2025).

Melalui proses tersebut, menurut Tirta, pihaknya telah mengidentifikasi sembilan topik material ESG yang telah ditetapkan sejak 25 November 2024, mencakup Emission and Energy Management, Ecological Impacts, Compliance to Law and Regulations, Maritime Safety and Operational Risk Management, Occupational Health and Safety, Maritime Cyber Security Management, Sustainable Human Capital Management, Business Ethics &
Integrity dan Waste Management.

Pada aspek sosial, HUMI menekankan pentingnya pengembangan SDM yang kompeten dan berintegritas serta budaya organisasi yang inklusif.

"SDM merupakan salah satu aset penting dalam mewujudkan operasional bisnis yang berkelanjutan. Kami memandang manusia sebagai sumber daya yang bisa membawa Perseroan mencapai seluruh target yang disepakati bersama," ujar Tirta.

Untuk itu, Tirta menjelaskan, pihaknya telah menyusun program-program peningkatan kualitas SDM yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan proses kinerja internal yang berdampak pada pencapaian kinerja finansial, nonfinansial, serta kepuasan pemangku kepentingan. Tak hanya itu, HUMI juga berkomitmen menjadikan kompetensi ESG sebagai unique value proposition.

"Dengan mengintegrasikan ESG ke dalam setiap aspek operasional, HUMI memprioritaskan solusi jangka panjang bagi lingkungan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Tirta.

Langkah strategisnya, dikatakN Tirta, antara lain pengurangan jejak karbon, pengelolaan limbah berkelanjutan, lingkungan kerja yang inklusif, penerapan standar keberlanjutan pada rantai pasok, program sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Meski demikian, Tirta mengakui adanya tantangan dalam implementasi ESG seperti besarnya investasi awal, kompleksitas regulasi, transformasi budaya, serta kesiapan rantai pasok.

Namun HUMI telah menyiapkan strategi membangun resiliensin organisasi melalui Roadmap ESG yang terintegrasi, kemitraan dan inovasi teknologi, penguatan kapasitas SDM, serta pengelolaan risiko proaktif.

Sementara, Direktur HUMI, Dedi Hudayana, menjelaskan beberapa kriteria dan indikator untuk mencapai target ESG Leader 2029 yang mengacu pada standar global dan sembilan topik material yang telah ditetapkan.

"Dengan roadmap ini, HUMI berkomitmen memantapkan posisinya sebagai perusahaan pelayaran berkelanjutan yang inovatif dan kompetitif di kancah domestik maupun internasional," ujar Dedi.

Program konservasi mangrove yang telah diinisiasi sejak pertengahan 2024 juga akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Rencananya akan diintegrasikan dengan mekanisme perdagangan karbon serta kolaborasi dengan komunitas pesisir melalui edukasi dan pemberdayaan ekonomi.

Di sisi lain, digitalisasi juga akan dioptimalkan untuk akselerasi implementasi ESG Roadmap HUMI. Beberapa inisiatif yang disiapkan antara lain Fleet Performance Monitoring System, Employee Well-being Dashboard, ESG Data Analytics & Reporting, serta Cybersecurity & Digital Risk Management.

"Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan monitoring ESG yang real-time, peningkatan efisiensi dan pengurangan emisi, keselamatan dan kesejahteraan karyawan yang lebih baik, serta transparansi dan kepatuhan ESG yang lebih tinggi," ujar Dedi.

Dengan menerapkan digitalisasi, Dedi menyebut monitoring ESG menjadi lebih akurat dan real-time serta meningkatkan efisiensi sehingga berdampak pada pengurangan emisi karbon.

Selain itu, keselamatan dan kesejahteraan karyawan dan kru yang lebih baik juga dapat terealisasi dengan transparansi dan kepatuhan ESG yang lebih tinggi.

"Dengan mengoptimalkan teknologi, HUMI memastikan bahwa ESG Roadmap bukan hanya visi, tetapi realitas yang bisa diukur dan berdampak nyata," ujar Dedi.

(taufan sukma)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |