Houthi Siap Terjun Perang Jika ada Negara Baru Ikut Serang Iran

10 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID,  SANAA – Juru bicara kelompok Ansharallah Houthi di Yaman, Yahya Saree, mengatakan bahwa kelompok tersebut siap ikut bertempur membantu sekutunya Iran jika sejumlah kondisi terpenuhi. Salah satu kondisinya adalah jika ada negara baru selain AS-Israel kut secara langsung menyerang Iran.

Pada Jumat, Saree melansir pernyataan bahwa Houthi akan berpartisipasi dalam intervensi militer jika ada negara baru yang bergabung dengan AS dan Israel dalam perang melawan Iran. 

Sejauh ini serangan ke Iran dilakukan oleh AS dan Israel meski difasilitasi pangkalan militer di negara-negara Teluk. Meski begitu seturut serangan balasan Iran ke pangkalan itu, sejumlah negara Teluk mulai menimbang ikut menyerang Iran.

Kondisi kedua bagi Houthi untuk ikut perang bersama Iran AS adalah jika Laut Merah digunakan untuk menargetkan Iran atau negara Muslim mana pun.

Pada Oktober 2023, Houthi memblokade Laut Merah ketika Israel menggencarkan genosidanya di Gaza. Kapal-kapal menuju Israel dihantam rudal Houthi, membuat pelabuhan-pelabuhan di Israel bangkrut. Blokade itu juga membuat kapal-kapal memutar jauh dan mahal melalui Afrika untuk mencapai Eropa dari Asia. 

AS kemudian memimpin koalisi patroli di Laut Merah dan berulang kali menyerang Yaman. Setelah kerugian besar dalam aksi tersebut, termasuk jatuhnya tiga jet tempur F-16, AS menyetujui gencatan senjata dengan Houthi pada 2025.

Houthi juga akan turun tangan  dalam perang terkini "Jika perang terus meningkat melawan Iran dan poros perlawanan." Pada poin terakhir, ia memperingatkan terhadap “tindakan tidak adil apa pun yang bertujuan memperketat pengepungan terhadap rakyat Yaman.”

Dalam pernyataannya, Saree juga menyerukan AS dan Israel untuk menanggapi upaya diplomatik internasional untuk menghentikan perang dengan Iran dan “negara-negara Poros Perlawanan”, termasuk Lebanon. 

“Agresi ini tidak adil, menindas, dan tidak beralasan, merugikan stabilitas dan keamanan global dan regional, serta merusak perekonomian global,” ujarnya. 

Poin kedua yang dia sebutkan adalah penghentian agresi di Palestina, Lebanon, Irak, Iran dan pencabutan “blokade tidak adil terhadap Yaman.” Ketiga, penerapan “gencatan senjata” di Gaza dan pemenuhan kewajiban terkait pengiriman kemanusiaan dan hak-hak sah warga Palestina. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |