REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Kelompok Hizbullah mengatakan mereka melancarkan 24 serangan pada hari Sabtu yang menargetkan pasukan penyerang, kendaraan militer, dan infrastruktur serta menembakkan beberapa serangan roket ke pemukiman Kiryat Shmona di Israel utara. Ini salah satu serangan terbesar kelompok perlawanan di Lebanon tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut menguraikan penggunaan roket, tembakan artileri, dan drone penyerang secara ekstensif untuk menyerang pasukan Israel. Sasaran utama termasuk lima tank Merkava, sebuah buldoser militer, dan infrastruktur militer di Safed, Nahariya, dan Karmiel, pangkalan pengawasan udara Meron, dan barak tentara Israel di Liman, Shomera, dan Ya’ara.
Serangan-serangan tersebut sangat terfokus pada memukul mundur tentara yang maju di sekitar wilayah Zawtar al-Sharqiyah, Yahmar al-Shaqif, Debel, dan al-Ghandouriyah, di mana kelompok Lebanon mengklaim telah melakukan banyak penyergapan dan serangan multi-senjata.
Hari Sabtu menandai salah satu hari paling intens di wilayah utara Palestina yang diduduki sejak gencatan senjata mulai berlaku, media Israel melaporkan, dengan puluhan sirene peringatan diaktifkan di seluruh al-Jalil di tengah peluncuran yang terus menerus dari Lebanon.
Menurut Channel 12 Israel, serangkaian peringatan berkelanjutan dimulai pada malam hari dan berlanjut hingga sore hari, ketika proyektil berulang kali diluncurkan ke wilayah utara. Laporan tersebut mengatakan delapan gelombang sirene berturut-turut terdengar di seluruh permukiman di Al-Jalil Atas dan Barat pada siang hari, menandai salah satu periode aktivitas kewaspadaan tersibuk sejak gencatan senjata diberlakukan.
Data awal yang dikutip oleh saluran tersebut menunjukkan bahwa setidaknya 15 peluncuran melintasi Lebanon ke wilayah utara Palestina yang diduduki, sementara puluhan peluncuran tambahan gagal melintasi perbatasan atau memicu peringatan pencegahan di wilayah yang luas. Sirene dilaporkan diaktifkan di lebih dari 30 lokasi berbeda, sehingga mendorong warga berulang kali mencari perlindungan sepanjang hari.
Rekaman operasi Hizbullah menyerang APC Israel di daerah Khallet al-Raj di kota selatan Deir Seryan menggunakan drone FPV.
Laporan tersebut menambahkan bahwa penduduk di permukiman utara terus hidup dalam kekhawatiran akan keamanan, seringkali tinggal dekat dengan tempat penampungan, membatalkan rencana harian, dan tetap berada di dalam rumah untuk mengantisipasi potensi eskalasi.
Menurut saluran tersebut, masih sulit untuk memastikan kembalinya kehidupan normal, khususnya di permukiman yang terletak dekat perbatasan Lebanon. Dalam insiden terpisah, media Israel melaporkan bahwa sebuah drone bermuatan bahan peledak jatuh di kawasan militer di al-Jalil Barat tanpa menimbulkan korban jiwa, sehingga menambah perkembangan keamanan hari itu.
.png)
2 hours ago
1
















































