Harga Minyakita di Jateng tidak stabil.
REPUBLIKA.CO.ID, Harga Minyakita di Jateng tak Stabil Jelang Lebaran, Bulog: 93 Persen Serapan Sudah Terdistribusi ke Pasar dan Pengecer
SEMARANG -- Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah (Jateng), Sri Muniati, memastikan stok Minyakita menjelang Lebaran dalam kondisi aman. Pernyataannya merespons fluktuatifnya harga Minyakita dan ketersediaannya yang dianggap sangat terbatas di pasaran belakangan ini.
"Stok yang dikuasai Bulog di Jawa Tengah sangat cukup baik; untuk cadangan beras pemerintah, Minyakita, maupun yang lain. Terutama dua komoditas ini (beras dan Minyakita)," ungkap Sri, Kamis (12/3/2026).
Dia pun telah terinformasi soal harga Minyakita yang fluktuatif di pasaran. "Minyakita yang sekarang jadi sorotan karena harganya berfluktuasi juga kami didukung dengan stok yang cukup besar. Lebih kurang sampai dengan Maret ini kami sudah menyerap 6.518 kiloliter dari kuota 7.001 kiloliter atau sekitar 93 persen," ucapnya.
Sri mengeklaim, hasil serapan tersebut telah disalurkan ke pasar-pasar tradisional dan pedagang mitra pengecer di luar pasar. "Sebanyak 670 pedagang pengecer sudah menjadi mitra kami di pasar-pasar tradisional, terutama pasar SP2KP, maupun pasar lainnya dan di luar pasar sebanyak 925 pengecer," katanya.
"Jadi totalnya 1.595 pengecer yang sudah bermitra dengan Bulog menyalurkan Minyakita supaya dijual dengan harga sesuai ketentuan maksimal Rp15.700," tambah Sri.
Dia telah menerima laporan tentang adanya Minyakita yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) di sejumlah pasar di Jateng. "Terhadap beberapa pasar yang ditemui pengecernya masih menjual di atas HET, misalnya Rp18 ribu, Rp19 ribu turun. Ini jadi informasi yang berharga buat kami untuk kami lebih optimalkan lagi distribusinya di sana, kami intervensi lagi, bekerja sama dengan dinas terkait," ucapnya.
.png)
3 hours ago
3
















































