REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas Generasi Peduli Halal atau GenHalal resmi diluncurkan di Gedung MUI Pusat Jakarta, Sabtu (30/5/2025) lalu. Acara diisi dengan rangkaian kegiatan edukasi, diskusi, dan praktik lapangan.
Sekitar 30 peserta dari berbagai latar belakang, bersama-sama belajar mengenai halal lifestyle secara holistik. Mulai dari edukasi soal makanan, minuman, kosmetika, fesyen, hingga keuangan halal sampai cara membuat konten digital yang menarik.
Pegiat Halal sekaligus Inisiator GenHalal, Dian Widayanti, menekankan semakin banyak orang perlu berani menyuarakan pentingnya halal. "Kehadiran GenHalal penting agar edukasi dan kesadaran soal halal semakin luas," ujar Dian saat ditemui di sela-sela acara pelatihan Halal Lifestyles Mastery Class di Jakarta, Sabtu.
Dian membuka sesi pertama dengan penjelasan mengenai halal lifestyle, sekaligus mengajak peserta untuk lebih kritis dalam memilih produk sehari-hari. "Saya sendiri lebih memilih restoran yang sudah memiliki sertifikat halal. Untuk lebih berhati-hati, sebaiknya pilih yang benar-benar halal. Teman-teman bisa cek di halal.go.id," kata Dian.
Sesi kedua dibawakan oleh Halal Foodies and Halal Lifestyle Creator, Bang Anca, yang menekankan pembahasan halal-haram jauh lebih kompleks daripada sekadar isu babi. "Belajar mengenai halal-haram ternyata bukan hanya soal babi, tetapi turunannya sangat banyak. Misalnya di Jepang, kopi susu bisa menjadi haram. Jadi kita tekankan dulu bagian halal, ke depannya teman-teman harus belajar fiqih juga," jelasnya.
Bang Anca juga membahas berbagai mitos seputar halal-haram dan mengaitkannya dengan fatwa MUI agar peserta memahami dasar fiqih yang melandasi keputusan halal.
Content Creator Bena Kribo mengisi sesi ketiga dengan tips dan trik membuat konten halal yang berdampak di media sosial. "Followers yang diberikan itu adalah sebuah amanah. Kita bisa memberi manfaat kepada orang-orang yang mengikuti kita. Algoritma memang dikontrol platform besar, tetapi kalau kita konsisten, konten halal bisa menemukan audiens yang tepat," katanya.
Bena menekankan pentingnya kejujuran dan autentisitas dalam konten halal karena topik ini sangat sensitif dan dapat memengaruhi keputusan orang lain.
Blusukan Halal
Selain materi kelas, peserta juga melakukan blusukan halal di beberapa titik di Jakarta, mulai dari Asatu Area-Tsnada, Ibis Budget Jakarta, KFC Cikini, Gramasi Coffee, hingga Metropole Foodcourt. Misi mereka adalah menemukan fenomena halal dan nonhalal di sekitar, mendokumentasikannya melalui foto atau video, lalu mempresentasikannya secara kreatif di grup WhatsApp GenHalal.
Tujuan misi ini bukan untuk menghakimi, melainkan melatih kesadaran (awareness), keberanian bertanya kepada penjual, serta memberikan pengalaman langsung di lapangan.
Sebelum turun ke lapangan, para peserta juga diuji kemampuan membedakan produk halal-haram di sesi Tebak Status bersama LPPOM MUI. Di sini para peserta didampingi fasilitator menebang sekitar 30 produk yang telah tersedia, apakah termasuk dalam produk halal, haram atau syubhat.
Peluncuran GenHalal menjadi momentum penting untuk memperluas kesadaran halal di kalangan generasi muda. Dengan kombinasi edukasi fiqih, praktik lapangan, dan strategi konten digital, komunitas ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi halal di Indonesia.
.png)
13 hours ago
8
















































