Deretan Saham Bank Kakap Kembali Bebani IHSG

6 hours ago 1

Sejumlah saham bank utama kembali tertekan, turut menjadi pemberat (laggard) untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (28/2/2025).

 Freepik)

Deretan Saham Bank Kakap Kembali Bebani IHSG. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Sejumlah saham bank utama kembali tertekan, turut menjadi pemberat (laggard) untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (28/2/2025).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 9.47 WIB, IHSG turun signifikan 1,07 persen ke level 6.416, terendah sejak Oktober 2021. Pada Kamis (27/2/2025), indeks acuan tersebut merosot 1,83 persen.

Sebanyak 420 saham melemah dan hanya 120 saham menguat, sementara sebanyak 414 sisanya stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,83 triliun dengan volume perdagangan 4 miliar saham.

Saham bank kakap menjadi penekan kinerja IHSG. Sebut saja, saham bank BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang terkoreksi 3,86 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang melemah 3,69 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang tergelincir 1,50 persen.

Berbeda dengan trio saham bank pelat merah, saham bank Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,88 persen.

Saham emiten konglomerat juga membebani indeks, seperti emiten tambang Grup Salim AMMN yang merosot 3,62 persen, induk ritel Indomaret DNET tergerus 2,16 persen, dan emiten produsen mi instan ICBP memerah 0,72 persen.

Demikian pula, saham emiten energi Grup Sinarmas DSSA terdepresiasi 1,92 persen dan emiten telekomunikasi BUMN TLKM minus 2,81 persen. Saham otomotif raksasa ASII juga lesu, melorot 0,44 persen.

Pengamat pasar modal, Michael Yeoh, menjelaskan bahwa sentimen pasar masih sama.

“Rentetan kejadian global dan dalam negeri tidak memberikan katalis positif apa-apa untuk market [pasar saham],” kata Michael kepada IDXChannel.com, Selasa (25/2/2025).

Sejumlah sentimen yang dimaksud, ujar Michael, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS), implementasi tarif perang dagang oleh Presiden AS Donald Trump, hingga penurunan outlook IHSG oleh Morgan Stanley.

Diwartakan sebelumnya, Morgan Stanley menurunkan peringkat saham MSCI Indonesia dari equal-weight (EW) ke underweight (UW), menyoroti tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

Dalam laporan terbaru mengenai strategi ekuitas pasar berkembang Asia, pada19 Februari 2025, Morgan Stanley menyoroti tren return on equity (ROE) yang melemah di Indonesia, berlawanan dengan pemulihan yang mulai terlihat di China.

“Momentum ROE Indonesia menunjukkan tekanan ke bawah, terutama akibat memburuknya lingkungan pertumbuhan bagi sektor siklikal domestik,” kata analis Morgan Stanley dalam laporan tersebut.

Tim ekonominya masih berhati-hati terhadap potensi pemulihan dalam waktu dekat dan lebih memilih eksposur ke pasar lain di kawasan ASEAN.

Sepanjang 2025 (YtD), investor asing terus melakukan aksi jual, dengan nilai (net sell) hingga Rp17,2 triliun di pasar reguler, terutama menyasar saham-saham bank utama.

Bursa Asia Jatuh

Bursa saham Asia melemah pada Jumat (28/2/2025) seiring kejatuhan Wall Street semalam. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,85 persen ke level terendah lima bulan, didorong aksi jual saham teknologi seperti Disco (-10 persen), Advantest (-8,6 persen), dan SoftBank Group (-4,8 persen).

Sentimen negatif muncul dari kekhawatiran perlambatan ekonomi AS dan rencana tarif baru Presiden Donald Trump terhadap Meksiko, Kanada, dan China. Indeks Hang Seng turun 1,57 persen, KOSPI merosot 2,42 persen, dan Shanghai Composite melemah 0,49 persen.

Di Wall Street, Nasdaq jatuh 2,78 persen setelah saham Nvidia anjlok 8,5 persen usai laporan kinerja mengecewakan. Investor kini menanti data inflasi PCE AS yang akan dirilis Jumat. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |