Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Jateng, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026). Mereka menyampaikan kritik atas melemahnya rupiah yang telah menembus Rp18 ribu per dolar AS.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Jateng, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026). Mereka menyampaikan kritik atas melemahnya rupiah yang telah menembus Rp18 ribu per dolar AS.
Dalam aksinya, para mahasiswa membentangkan spanduk di atas trotoar yang bertuliskan "Turut Berduka Cita Atas Matinya Rupiah" dan "Rupiah Sekarat". Mereka turut membakar uang imitasi dan melakukan penyegelan gerbang Kantor Bank BI Jateng.
"Kami telah memberikan ultimatum di BI Jawa Tengah hari ini. Jika dalam 18 hari kemudian tidak ada perbaikan ekonomi, kami akan melakukan hal serupa di Bank Indonesia pusat di Jakarta dan kantor Kementerian Keuangan," kata Presiden BEM Politeknik Negeri Semarang, Kevin Kurnia Priambodo, saat melakukan penyegelan gerbang Kantor BI Jateng.
Kevin mengungkapkan, tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi disesuaikan dengan nilai rupiah terhadap dolar AS saat ini yang sudah menyentuh Rp18 ribu. "Delapan belas hari kami menunggu supaya ada perbaikan ekonomi, entah dari kestabilan ekonomi dan bagaimana rupiah ini segera menguat," ujarnya.
Menurut Kevin, meski saat ini kondisi tampak stabil, tapi melemahnya rupiah menjadi sebuah bom waktu. Salah satu potensi pemicunya adalah naiknya harga BBM yang saat ini masih disubsidi APBN.
"Bisa saja tiga hari ke depan, seminggu ke depan, ini bisa meledak. Harga BBM naik, harga beras naik, dan kurs rupiah bisa saja menyentuh Rp19 ribu," kata Kevin.
Menurut Kevin, aksi yang dia dan teman-temannya lakukan merupakan peringatan, tidak hanya bagi pemerintah, tapi juga masyarakat agar mereka sadar serta siaga. "Kami hadir di sini sebagai bentuk rasa kasih sayang kami, rasa kepedulian dan juga dukungan kami. Tolonglah semoga rupiah ini segera menguat. Kami memberikan sebuah bentuk keresahan, ultimatum, dan juga gertakan kepada pemerintah supaya mereka cepat-cepat sadar," ucapnya.
.png)
2 hours ago
2
















































