Bukan Cuma Ingkar Janji, Ini Tanda Orang Munafik yang Jarang Disadari Menurut Rasulullah

9 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW menjelaskan sejumlah ciri yang dapat menjadi tanda orang kafir dan orang munafik. Penjelasan tersebut termuat dalam wasiat Rasulullah SAW kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang tercantum dalam kitab Wasiyatul Musthafa.

Dalam ajaran Islam, orang kafir dan orang munafik sama-sama mendapatkan ancaman siksa di akhirat. Alquran menjelaskan bahwa orang-orang kafir akan ditempatkan di neraka, sementara orang-orang munafik berada pada tingkatan neraka yang paling bawah karena kemunafikannya.

Secara bahasa, kata kafir berasal dari bahasa Arab, yakni dari akar kata kafara-yakfuru-kufran yang berarti menutup. Adapun secara istilah, kafir berarti orang yang menutup diri atau terhalang dari petunjuk Allah SWT.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kafir diartikan sebagai orang yang tidak percaya kepada Allah SWT dan rasul-Nya. Sementara munafik adalah orang yang berpura-pura beriman atau setia kepada ajaran Islam, tetapi dalam hatinya mengingkarinya.

Kitab Wasiyatul Musthafa yang disusun oleh Imam Asy-Sya'rani memuat nasihat Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib mengenai tanda-tanda orang kafir dan orang munafik.

Tiga Tanda Orang Kafir

Rasulullah SAW bersabda:

لِلْكَافِرِ ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ اَلشَّكُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِيْ عِبَادِ اللهِ وَالْغَفْلَةُ عَنْ طَاعَةِ اللهِ تَعَالَى

Lil-kāfiri ṡalāṡu 'alāmātin: asy-syakku fillāhi wal-bughḍu fī 'ibādillāhi wal-ghaflatu 'an ṭā'atillāhi ta'ālā.

Artinya:

"Wahai Ali, orang kafir itu memiliki tiga tanda, yaitu ragu terhadap Allah, membenci hamba-hamba Allah, dan lalai dalam menaati Allah Ta'ala."

Menurut hadis tersebut, keraguan terhadap keberadaan dan kekuasaan Allah, kebencian kepada orang-orang yang beriman, serta kelalaian dalam menjalankan ketaatan merupakan ciri-ciri yang melekat pada orang kafir.

Tiga Tanda Orang Munafik

Rasulullah SAW juga menjelaskan tanda-tanda orang munafik:

يَا عَلِيُّ، وَلِلْمُنَافِقِ ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ إِذَا حَدَثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ وَلَا تَنْفَعُهُ مَوْعِظَةٌ

Yā 'Aliyyu, walil-munāfiqi ṡalāṡu 'alāmātin: idzā ḥaddaṡa każaba, wa idzā wa'ada akhlafa, wa idzā'tumina khāna, wa lā tanfa'uhu mau'iẓah.

"Wahai Ali, orang munafik memiliki tiga tanda, yaitu apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila diberi amanah dia berkhianat. Nasihat pun tidak memberi manfaat baginya."

Hadis tersebut menegaskan bahwa kebohongan, ingkar janji, dan pengkhianatan terhadap amanah merupakan karakter utama orang munafik. Selain itu, hati mereka sulit menerima nasihat sehingga peringatan yang diberikan tidak memberikan pengaruh terhadap perilakunya.

Para ulama menjelaskan bahwa hadis-hadis tentang tanda kemunafikan menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga kejujuran, menepati janji, dan memelihara amanah dalam kehidupan sehari-hari.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |