BAZNAS dan BKKBN Ajak Masyarakat Sedekah untuk Generasi Bebas Stunting

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN kembali menghadirkan layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Layanan ini untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengatasi stunting di Indonesia.

Relaunching layanan tersebut dikemas dalam talkshow 'BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN: Jaga Tunas Bangsa - Sedekah untuk Generasi Bebas Stunting' di area Mal Atrium Senen, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Hadir sebagai narasumber Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih.

Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta mengatakan kolaborasi ini merupakan sinergi antara pengelolaan dana sosial keagamaan dengan lembaga yang memiliki kompetensi teknis dalam penanganan kesehatan keluarga dan kependudukan.

BAZNAS berperan sebagai jembatan antara masyarakat mampu atau muzaki dengan keluarga kurang mampu yang menjadi kelompok rentan stunting. Menurutnya, kerja sama ini penting agar penanganan stunting dilakukan secara komprehensif dan tepat sasaran. Ia menilai faktor kemiskinan masih menjadi penyebab utama tingginya angka stunting di Indonesia.

“BAZNAS memiliki banyak bidang program, tetapi fokus utamanya adalah mustahik fakir miskin yang dimensinya sangat luas, termasuk kesehatan keluarga. Kemiskinan dapat berdampak pada kondisi stunting, sehingga zakat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujar Arifin.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat dan sedekah dilakukan secara terukur melalui kolaborasi dengan lembaga yang memiliki rekam jejak dan keahlian sesuai bidangnya. Dalam isu stunting, Kemendukbangga/BKKBN menjadi mitra strategis agar bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat karitatif, tetapi memberikan dampak jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS menyediakan dompet donasi khusus Sedekah Genting, sehingga masyarakat dapat menyalurkan bantuan yang secara khusus diperuntukkan bagi program pencegahan stunting melalui Kemendukbangga/BKKBN.

Terkait penentuan penerima manfaat, Arifin menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan menggunakan data terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial. “Kami menggunakan kedua data tersebut untuk memastikan mustahik yang dibantu benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

“Kami mengajak masyarakat seluruh Indonesia untuk bersedekah melalui program Sedekah Genting ini. Mudah-mudahan ini tidak hanya menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan,” kata Arifin.

Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih mengatakan, program Genting berfokus pada keluarga berisiko stunting, khususnya dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 3. Berdasarkan penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting berasal dari keluarga tidak mampu.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas generasi masa depan harus dipersiapkan sejak sekarang karena anak-anak yang akan produktif pada 2045 sedang berada pada fase tumbuh kembang saat ini.

“Generasi emas tidak bisa hadir tiba-tiba, harus dipersiapkan sejak dini. Makanya gerakan ini harus kita masifkan dari sekarang," ujar Yuni.

Ia juga mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk ikut terlibat. “Selama ini kita menunggu CSR perusahaan, tapi belum merata. Sekarang saatnya masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Kepedulian kolektif ini yang akan mempercepat penurunan angka stunting,” ucap Yuni.

Sedekah dapat dilakukan melalui transfer ke rekening:

btn 1210.1300.0119.83

a.n. Badan Amil Zakat Nasional

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |