Baru 459 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta, Ini Prediksi Puncak Arus Mudik Menurut Korlantas Polri

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK — Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menyampaikan pergerakan arus mudik masih berada pada tahap awal. Hingga hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Sabtu (14/3/2026), tercatat 459.570 kendaraan telah keluar dari Jakarta menuju sejumlah daerah tujuan.

Jumlah tersebut masih jauh dari proyeksi total kendaraan yang diperkirakan keluar dari Jakarta selama periode mudik tahun ini. Berdasarkan data pemantauan Korlantas, sebagian besar pemudik diperkirakan baru akan bergerak dalam beberapa hari ke depan.

“Kami menyampaikan bahwa kendaraan yang keluar dari Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan. Dari proyeksi total kendaraan yang keluar sekitar 3.671.028 kendaraan, berarti masih ada sekitar 3,2 juta kendaraan atau kurang lebih 76,9 persen yang belum bergerak,” kata Faizal saat memberikan keterangan pers di Command Center Korlantas Polri di Cikampek, Jawa Barat, dikutip Ahad (15/3/2026).

Ia memprediksi lonjakan arus mudik akan terjadi pada pertengahan pekan mendatang. Aparat kepolisian di seluruh jalur utama diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan.

Menurut Faizal, personel kepolisian telah disiagakan di berbagai titik strategis baik di jalan tol maupun jalur arteri. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik.

“Kemungkinan prediksi kami hari Rabu, Kamis, Jumat akan terjadi lonjakan. Namun tentunya kami tetap memantau perkembangan situasi dan anggota kami di seluruh jalur baik tol maupun arteri tetap mengantisipasi,” ujarnya.

Korlantas memantau tujuan perjalanan kendaraan yang keluar dari Jakarta. Mayoritas kendaraan mengarah ke wilayah timur melalui jalur Trans Jawa dan didominasi kendaraan pribadi.

“Mayoritas masih didominasi ke arah timur, ke arah Trans Jawa, dan hampir semua kendaraan yang mengarah ke arah timur sudah didominasi kendaraan pribadi,” tutur Faizal.

Ia juga menyampaikan dinamika lain selama pelaksanaan Operasi Ketupat berkaitan dengan angka kecelakaan lalu lintas. Secara jumlah kejadian terjadi peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, tingkat fatalitas atau korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu untuk kejadian laka lantas ada peningkatan 4,8 persen dibandingkan 2025. Kemudian untuk yang meninggal dunia atau fatalitasnya turun 45 persen,” jelas Faizal.

Ia menambahkan wilayah Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi selama periode awal arus mudik. Pihaknya telah meminta jajaran kepolisian di wilayah tersebut meningkatkan mitigasi di sejumlah titik rawan, terutama jalur arteri dan kawasan pusat aktivitas masyarakat.

Pengawasan terhadap kondisi kendaraan dan pengemudi juga diperketat melalui kegiatan ramp check di sejumlah titik strategis. Kegiatan tersebut, kata Faizal, dimulai di KM 81 dengan melibatkan petugas dari kepolisian, perhubungan, dan dinas kesehatan.

“Terhitung mulai hari ini kami melakukan kegiatan ramp check di KM 81 untuk mengantisipasi pengemudi yang tidak dalam kondisi fit serta melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin, dan pemeriksaan kendaraan,” ujarnya.

Korlantas juga meningkatkan pengamanan di rest area sepanjang jalur mudik. Faizal menerangkan sebanyak enam satuan tugas terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat, termasuk Satgas Tindak dan Satgas Gakkum. Petugas juga memberdayakan sistem pengamanan internal di rest area seperti petugas keamanan setempat.

Faizal menegaskan Polri terus memantau perkembangan arus mudik dan menyiapkan langkah mitigasi hingga mendekati puncak pergerakan pemudik. Aparat di lapangan diminta meningkatkan patroli serta pengawasan di jalur tol maupun arteri.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |