Trump Naikkan Tarif Pajak Impor, DPR: Kami Minta Pemerintah Fokus Penguatan Industri

6 hours ago 5

Penguatan industri dalam negeri dapat dilakukan dengan meningkatkan daya saing produk lokal

MNC Media)

Trump Naikkan Tarif Pajak Impor, DPR: Kami Minta Pemerintah Fokus Penguatan Industri (FOTO:MNC Media)

IDXChannel- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mendorong Pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat untuk meminimalisir dampak negatif tarif impor baru Amerika Serikat (AS).  Dia menyarankan Pemerintah untuk memperkuat industri dalam negeri.

“Saran kami sebaiknya pemerintah fokus dengan kondisi dalam negeri, penguatan industri kita, sebab sekarang semua negara akan mencari pasar besar untuk ekspor produk mereka dan Indonesia menjadi salah satu tujuan utama, ini yang menjadi concern kita, industri kita akan makin tertekan, dan taruhannya tenaga kerja,” kata Evita dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (5/4/2025).

Menurut Evita, penguatan industri dalam negeri dapat dilakukan dengan meningkatkan daya saing produk lokal seperti, memberikan insentif yang terkena dampak tarif agar tetap kompetitif. Selain itu, bisa juga dengan meningkatkan kualitas produk ekspor, dan hilirisasi industri agar ekspor bernilai tambah tinggi.

Kemudian konsisten mengembangkan substitusi impor agar ketergantungan terhadap bahan baku atau barang impor berkurang. Termasuk dalam hal ini adalah mempertahankan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Disamping itu, Evita meminta Pemerintah mengambil langkah cepat dan strategis di antaranya adalah melakukan negosiasi dan diplomasi perdagangan dengan AS untuk mencari solusi terbaik seperti perundingan ulang tarif. 

"Kita meminta komunikasi terus dilakukan dengan pemerintah AS di berbagai tingkatan melakukan negosiasi langsung, dan menyiapkan langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh pemerintah AS," katanya.

Dia juga menyarankan Pemerintah untuk menggunakan forum internasional seperti WTO dan ASEAN guna menekan AS dalam mempertimbangkan kembali kebijakan tarifnya, serta berkoordinasi dengan negara-negara yang terkena dampak tarif untuk membentuk strategi bersama dan mendorong perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara yang lebih terbuka terhadap produk Indonesia.

"Kita juga perlu untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS dengan memperluas ekspor ke negara lain seperti Uni Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Begitupun dengan upaya mempercepat perjanjian dagang dengan negara mitra untuk membuka peluang ekspor baru," tuturnya.

“Dengan China dan India kita tampaknya cukup baik, tapi kita perlu mencari pasar baru dan membuka peluang ekspor baru sehingga ketika terjadi masalah produk ekspor kita tetap aman,” kata Evita.

Sekadar informasi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi umumkan keadaan darurat ekonomi nasional dengan meluncurkan tarif timbal balik (Resiprocal Tarrifs) pada Rabu, 2 April 2025.

Tarif timbal balik tersebut termasuk untuk Indonesia, yang masuk daftar negara ke 10 berkontribusi terhadap defisit perdagangan Amerika. Nilai impor Amerika dari Indonesia dinilai lebih tinggi USD18 miliar dibanding sebaliknya. Tarif baru bagi Indonesia, yaitu 32 persen.

Ekspor utama Indonesia ke Amerika Serikat, antara lain tekstil dan rajutan (termasuk jersey), sepatu, minyak sawit, udang dan Ikan, serta peralatan elektrik.

(kunthi fahmar sandy)

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |