REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Penjaminan Jamkrindo Syariah mencatat lonjakan laba bersih signifikan sepanjang 2025. Kinerja ini menunjukkan perbaikan fundamental di tengah tekanan industri penjaminan.
Berdasarkan laporan keuangan audit, laba bersih mencapai Rp141,03 miliar, naik dari Rp54,11 miliar pada 2024 seiring penguatan kualitas bisnis dan pengelolaan risiko.
Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp2,46 triliun, naik tipis dari Rp2,41 triliun. Ekuitas juga meningkat menjadi Rp1,41 triliun yang memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Kinerja operasional ikut terdongkrak dengan laba sebelum zakat dan pajak mencapai Rp168,37 miliar dari sebelumnya Rp54,13 miliar. Peningkatan ini ditopang portofolio penjaminan yang lebih selektif, kualitas underwriting yang membaik, serta optimalisasi pendapatan investasi.
Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah Hari Purnomo mengatakan, capaian ini merupakan hasil konsistensi transformasi bisnis dan penguatan tata kelola.
“Kinerja positif ini merupakan buah dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat fundamental perusahaan, baik dari sisi manajemen risiko, efisiensi operasional, maupun pengembangan bisnis yang lebih berkualitas. Kami optimis tren positif ini dapat terus berlanjut ke depan,” kata Hari Purnomo dalam siaran pers, Rabu (1/3/2026).
Perusahaan juga mencatat penghasilan komprehensif sebesar Rp161,69 miliar yang memperkuat posisi keuangan secara keseluruhan.
Dari sisi kepatuhan, laporan keuangan 2025 meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, yang mencerminkan transparansi pengelolaan keuangan.
Jamkrindo Syariah juga memenuhi ketentuan gearing ratio sesuai POJK Nomor 11 Tahun 2025 sebagai indikator kesehatan keuangan perusahaan.
Ke depan, perusahaan menargetkan penguatan peran dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM, sekaligus memperluas kontribusi pada ekosistem keuangan syariah nasional.
.png)
7 hours ago
2
















































