TDN dan Gojek Luncurkan Program Arisan Daging Rendang Jelang Ramadhan

3 hours ago 1

Peresmian Program Arisan Daging Rendang dan Kerja Sama Toko Daging Nusantara (TDN) dengan Gojek, sebagai program yang memberikan akses pembelian daging dengan harga terjangkau sebagai antisipasi kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Idulfitri, di SNJ Head Office, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Toko Daging Nusantara (TDN), unit bisnis ritel PT Suri Nusantara Jaya (SNJ) berkolaborasi dengan Gojek Indonesia menghadirkan program ‘Arisan Daging Rendang’. Program tersebut diadakan untuk memberikan akses pembelian daging dengan harga terjangkau sebagai upaya antisipasi kenaikan harga daging menjelang momen Ramadhan dan Idulfitri 2026. 

Direktur Utama Suri Ritel Nusantara Shafie Shamsuddin mengatakan, program tersebut diinisiasi sebagai refleksi terhadap kondisi rutin terjadinya kenaikan harga daging yang melambung menjelang momen Ramadhan. Di samping itu juga, adanya berbagai masukan dari masyarakat untuk mendapatkan kenyamanan dalam berbelanja. 

“Jadi ini adalah solusi yang kami inisiasi secara positif, dengan kami memberikan daging rendang yang berkualitas baik dan dengan harga yang terjangkau,” kata Shafie dalam acara Peresmian Program ‘Arisan Daging Rendang’ dan kerja sama TDN dengan Gojek di SNJ Head Office, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

Shafie menerangkan, berdasarkan pemberitaan yang ada, harga daging yang dijajakan di pasaran kerapkali mengalami kenaikan menjelang Ramadhan dan Idulfitri, bahkan bisa menembus Rp 140 ribu per kilogram (kg). Melalui inisiasi program Arisan Daging Rendang, harga yang dipatok yakni sekitar Rp 110 ribu—115 ribu per kg. 

“Harganya Rp 110 ribu hingga Rp 115 ribu, fresh ataupun frozen berbeda. Dan kalau mau yang lebih terjangkau bisa juga ada yang di harga Rp 79 ribu mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah yang harus di bawah Rp 80 ribu,” terangnya. 

Adapun, skema pembeliannya, masyarakat bisa membeli di awal atau booking terlebih dahulu pada periode 4 Desember 2025—10 Februari 2026. Masyarakat bisa bayar uang dimuka (DP) setengah harga terlebih dahulu, lalu produknya diambil ketika memasuki Ramadhan, momen munggahan ataupun Hari Raya Idulfitri. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |