Berbagai jenis rudal Iran jarak jauh dan pembawa roket dipajang di sekitar pameran pertahanan Teheran di Teheran, Iran, Jumat (24/2/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memasuki hari kelima hingga Rabu (4/3/2026) dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Hingga hari ini, Iran telah melancarkan 17 gelombang serangan rudal dan drone ke beberapa penjuru di kawasan Timur Tengah dan Israel.
Tak hanya mengirim rudal dan drone, Iran juga telah menutup Selat Hormuz, selat yang menjadi jalur perlintasan seperlima dari total nilai perdagangan minyak dunia. Penutupan Selat Hormuz menjadi awal potensi eskalasi di perairan Teluk Persia antara Iran dan armada AS termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln.
Berdasarkan laporan India Today, belum lama ini, Iran memiliki inventori beragam jenis rudal yang bisa digunakan dalam perang laut. Berikut penjelasannya.
Rudal hipersonik
Senjata paling mematikan yang bisa digunakan Iran dalam peperangan laut melawan AS adalah rudal Fattah yang masuk ke dalam kelas hipersonik. Dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), rudal Fattah-1 pertama kali dirilis pada Juni 2023.
Menurut laporan Associated Press, Fattah-1 adalah rudal balistik jarak medium (MRBM) dengan jarak jangkauan mencapai 1.400 kilometer dengan kecematan Mach 13-15. Fattah-1 bertenaga pendorong berbahan bakar solid dan diklaim bisa bermanuver menghindari sistem pertahanan anti-rudal musuh saat rudal melaju dalam kecepatan tinggi menuju target.
IRGC kemudian pada November 2023 merilis Fattah-2, generasi terbaru dari rudal hipersonik sebelumnya, yang oleh analis berdesain kendaraan peluncur hipersonik (HGV). Rudal dengan teknologi HGV menjadikan hulu ledaknya bisa bermanuver menggunakan konstruksi aerodinamis guna melaju pada lintasan yang tak terprediksi, membuatnya lebih sulit diintersep oleh sistem pertahanan antirudal.
Hingga kini, tidak diketahui berapa banyak rudal Fattah yang dimiliki oleh Iran. Namun, berdasarkan laporan New York Times, beberapa rudal Fattah telah digunakan Oran bersama 180 hingga 200 rudal balistik saat Iran melancarkans serangan ke Israel pada 1 Oktober 2024, sebagai bagian dari Operasi Janji Setia 2.
Foto selebaran yang disediakan oleh situs web resmi Garda Revolusi Iran (IRGC) (SEPAHNEWS) menunjukkan, rudal Fattah (hipersonik) buatan Iran saat upacara pembukaan di Teheran, Iran, Selasa (6/6/2023). Menurut IRGC Iran, Iran telah menciptakan rudal hipersonik rudal yang mampu menempuh 15 kali kecepatan suara dalam jarak 1.400 km. - (EPA-EFE/SEPAH NEWS
.png)
1 hour ago
1
















































