REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp 1,201 triliun atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini sejalan dengan upaya perseroan memperluas pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera produktif.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, kinerja anak usaha tersebut menjadi salah satu penopang pertumbuhan grup sepanjang tahun lalu. “BTPN Syariah mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,201 triliun pada 2025, tumbuh 13,2 persen secara tahunan,” kata Henoch dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).
Sepanjang 2025, penyaluran pembiayaan BTPN Syariah mencapai Rp 10,3 triliun atau meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan tersebut difokuskan pada kelompok masyarakat prasejahtera produktif yang menjadi segmen utama bank syariah tersebut.
Di tingkat grup, PT Bank SMBC Indonesia Tbk juga mencatat pertumbuhan kinerja. Hingga akhir Desember 2025, total aset konsolidasi mencapai Rp 245,9 triliun atau tumbuh 2 persen yoy.
Penyaluran kredit konsolidasi meningkat 3,3 persen yoy menjadi Rp 185,4 triliun. Pertumbuhan terutama berasal dari segmen korporasi dan komersial yang naik 6,5 persen yoy serta kredit Jenius di luar Digital Micro yang tumbuh 11,3 persen yoy.
Dari sisi pendanaan, dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat 16,7 persen yoy menjadi Rp 53,2 triliun. Rasio CASA juga naik menjadi 40,6 persen. Sementara total dana pihak ketiga (DPK) secara konsolidasi tercatat Rp 131 triliun atau tumbuh 8 persen yoy.
SMBC Indonesia juga menjaga likuiditas dan permodalan pada level yang kuat. Per 31 Desember 2025, liquidity coverage ratio (LCR) tercatat 229,4 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 123 persen. Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 29,3 persen, di atas rata-rata industri sekitar 25,9 persen.
Secara kualitas kredit, rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) tercatat 2,6 persen pada akhir 2025, membaik dibandingkan 2,8 persen pada akhir September 2025.
.png)
2 hours ago
1
















































