Sebelum Berangkat, Jamaah Haji 2026 Diimbau untuk Jaga Kesehatan

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Liliek Marhaendro Susilo mengimbau jamaah haji Indonesia yang akan berangkat pada musim haji 1447 H/2026 M untuk menjaga kondisi kesehatan sejak dini agar dapat menjalankan ibadah secara optimal di Tanah Suci.

Liliek menganjurkan penerapan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari.

“Jamaah perlu istirahat cukup, minimal enam jam tidur setiap malam, serta menjaga pikiran tetap positif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

Bagi jamaah dengan penyakit penyerta (komorbid), ia menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Ia juga mengajak jamaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan sehat.

Pemerintah Indonesia sendiri terus memperkuat skema layanan kesehatan bagi jamaah haji, seiring dengan kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi yang mengatur rasio pelayanan kesehatan.

Liliek menjelaskan, satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5.000 jamaah haji. Dengan kebijakan tersebut, di Makkah akan didirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor untuk melayani jamaah. 

Sedangkan di Madinah, akan tersedia lima klinik kesehatan di lima sektor. Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di kedua kota tersebut.

“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin optimal,” ucap Liliek 

Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, petugas kesehatan kloter akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit. Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jamaah dirujuk ke KKHI atau harus langsung ke rumah sakit Arab Saudi.

“Pendekatan severity level ini penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” katanya.

Dalam rangka menjamin mutu layanan, pemerintah Arab Saudi juga mensyaratkan supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang terakreditasi. Pada musim haji tahun ini, pengawasan layanan kesehatan jamaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Sementara itu, penyediaan obat selama masa operasional haji akan didistribusikan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jamaah di hotel-hotel.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |