Riau Bhayangkara Run 2026 Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla, Diikuti 15.080 Pelari

11 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU — Upaya mengampanyekan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui olahraga. Sebanyak 15.080 pelari dari dalam dan luar negeri ambil bagian dalam Riau Bhayangkara Run 2026 di Kota Pekanbaru, Ahad (19/7/2026), yang mengusung tema Run with Purpose, Move Forward with Riau sekaligus menggaungkan gerakan Riau Lawan Karhutla.

Ajang yang menjadi rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut diikuti pelari dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara, antara lain Prancis, Kenya, Malaysia, dan Singapura.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau I Dewa Gede Wirajana melepas peserta di depan Mapolda Riau.

Pelepasan dilakukan bertahap, dimulai pukul 05.30 WIB untuk kategori Half Marathon (21 kilometer), disusul kategori 10 kilometer dan 5 kilometer pada pukul 06.00 WIB.

Data panitia mencatat sebanyak 2.511 peserta mengikuti kategori 21 kilometer, 5.000 peserta kategori 10 kilometer, dan 7.569 peserta kategori 5 kilometer, sehingga total peserta mencapai 15.080 orang.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai media edukasi lingkungan. Setiap peserta memperoleh boneka anak gajah Nona Seroja sebagai simbol konservasi satwa liar di Riau serta bibit pohon trembesi yang diharapkan ditanam sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan pencegahan karhutla.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, Riau Bhayangkara Run 2026 tidak hanya bertujuan mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. "Melalui tema Riau Lawan Karhutla, mari kita bersama-sama menjaga gajah, menjaga harimau, dan menjaga lingkungan agar tetap lestari," kata Herry.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum membangun semangat positif dan memperkuat kebersamaan. "Hari ini kita berkumpul untuk menjadi lebih baik. Mari kita lupakan semua pikiran buruk dan bergerak bersama membangun energi positif. Terima kasih kepada seluruh runners yang telah hadir dan menjadi bagian dari gerakan ini," ujarnya.

Menurut Herry, kondisi udara yang sejuk di Pekanbaru setelah hujan pada malam sebelumnya menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.

"Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Seperti hujan yang turun tadi malam sehingga udara pagi ini menjadi sejuk. Itu adalah pengingat bahwa manusia dan alam harus hidup berdampingan," katanya.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 karena dinilai mampu menggabungkan olahraga dengan kampanye penyelamatan lingkungan.

Menurut dia, gerakan Riau Lawan Karhutla menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. "Melalui kegiatan ini kita menyampaikan pesan bahwa kita bersama-sama melawan kebakaran hutan dan lahan demi menjaga Riau tetap hijau," ujar SF Hariyanto.

Selain lomba lari, kegiatan tersebut juga dimeriahkan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hiburan, serta penampilan musisi nasional.

Penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Riau sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga meningkatkan kesadaran publik bahwa olahraga dapat menjadi sarana membangun kepedulian terhadap pelestarian hutan, perlindungan satwa liar, dan upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |