Ekspresi sukacita para penggemar sepak bola Republik Demokratik Kongo yang berkumpul menonton siaran pertandingan timnas negara mereka melawan Portugal di Zona Penggemar Piala Dunia FIFA 2026 di Goma, RD Kongo.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Piala Dunia 2026 terus menghadirkan kejutan-kejutan dari tim yang tidak diunggulkan. Setelah Tanjung Verde secara mengejutkan menahan Spanyol tanpa gol di Grup H, giliran Republik Demokratik (RD) Kongo menunjukkan bahwa mereka tidak datang hanya sebagai pelengkap.
The Leopards berhasil menahan Portugal 1-1 pada laga pembuka Grup K di Stadion Houston, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Hasil itu menjadi sinyal bahwa kesenjangan antara tim unggulan dan nonunggulan bukan garansi terhadap hasil akhir.
Pelatih RD Kongo Sebastien Desabre tak bisa menyembunyikan kebanggaannya setelah timnya mampu mencuri poin dari salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.
"Kami menjalankan rencana permainan persis seperti yang kami inginkan, mencetak gol dari situasi bola mati, dan sejujurnya saya sangat bangga kepada para pemain," kata Desabre, dikutip dari laman FIFA.
RD Kongo sempat tertinggal cepat akibat gol Joao Neves pada menit keenam. Namun mereka tidak kehilangan kepercayaan diri. Tim asal Afrika itu terus memberikan perlawanan hingga akhirnya menyamakan kedudukan melalui sundulan Yoane Wissa menjelang turun minum.
Sepanjang pertandingan, Portugal memang lebih dominan dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang. Namun disiplin pertahanan serta semangat juang tinggi membuat RD Kongo mampu meredam Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.
Bahkan pada beberapa kesempatan, tim asuhan Desabre sempat mengancam kemenangan. Cedric Bakambu nyaris membawa RD Kongo berbalik unggul pada babak kedua ketika tembakannya membentur tiang gawang.
Desabre menilai hasil tersebut bukan hanya penting untuk timnya, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Kongo.
"Mereka mewakili Kongo dengan cara yang sangat positif dan seluruh negara pantas merasakan kebanggaan ini," ujar pelatih asal Prancis tersebut.
Hasil imbang melawan Portugal membuat peluang RD Kongo bersaing di Grup K makin terbuka. Sebab, lawan berikutnya yang akan dihadapi di atas kertas berada di bawah Portugal, yakni Kolombia dan Uzbekistan.
Lebih dari itu, pencapaian Kongo ini memperkuat narasi bahwa Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung lahirnya kejutan-kejutan baru. Sebab selain hasil apik mereka dan Tanjung Verde, keberhasil Maroko menahan imbang Brasil dan Arab Saudi bermain seri melawan Uruguay jadi fakta menarik berikutnya bahwa tim nonunggulan tak serta merta keok saat menghadapi lawan yang lebih dijagokan.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
2

















































